Pusat Jam Digital Masjid Murah Bergaransi

Pusat Produksi dan Jual Jam Digital Masjid - Jadwal Waktu Sholat Abadi Murah Bergaransi untuk Masjid, Jam Adzan dan Iqomah Otomatis. Hub: 0812 2890 1300

Produsen Jam Digital Masjid
Jadwal Sholat Digital
Jam Digital Waktu Adzan
Hitung Mundur Iqomah
Running Teks
Produk Digital LED
————–
Pemesanan
Konsultasi Produk
Free Ongkir/Subsidi Ongkir
WA: 0812 2890 1300
————–
Cara Setting / Service Kerusakan

Powered by Genesis

13+ Keutamaan Negeri Syam & Penduduknya Berdasarkan Hadits Shahih

April 11, 2021 by Jam Digital Masjid Leave a Comment

Keutamaan Negeri Syam Dalam Al Quran dan Hadits
Sumber gambar: https://maseer.net/

Hampir setiap Muslim mengenal nama negeri Syam meskipun belum tahu dimana lokasi tepatnya apalagi pergi ke sana. Setiap anak Muslim diajari sejarah hidup Nabi Muhammad ﷺ.

Sejak SD mereka sudah tahu bahwa Nabi ﷺ waktu masih kecil pernah diajak oleh pamannya untuk berdagang ke negeri Syam.

Inilah perkenalan pertama setiap Muslim, terutama di negeri ini, dengan negeri Syam. Namun mayoritas muslim terutama di Indonesia belum mengetahui secara benar dan memadai tentang negeri Syam.

Negeri ini banyak barokahnya. Penuh dengan keutamaan. Tulisan berikut ini akan mengupas tentang beberapa hal tentang negeri Syam terutama keutamaannya.

Hadits Nabi Tentang Negeri Syam

Negeri Syam banyak disebut dalam hadits-hadits Nabi Muhammad ﷺ. Di antaranya adalah:

  1. Hadits Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu dia berkata,

كُنَّا عِندَ رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ نؤلِّفُ القرآنَ منَ الرقاعِ فقال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ طوبى للشامِ فقلْنا لأيٍّ ذلك يا رسولَ اللهِ قال لأن ملائكةَ الرحمنِ باسطةٌ أجنحَتَها عليْها

”Kami pernah berada di sisi Rasulullah ﷺ saat sedang menulis Al-Quran pada pelepah kurma, Rasulullah ﷺ bersabda,”Kebaikan untuk Syam.” Lantas kami bertanya,”Mengapa wahai Rasulullah? Rasulullah ﷺ menjawab,”Karena para malaikat Arrahman membentangkan sayapnya di atasnya.”

[Hadits riwayat At-Tirmidzi no. 3954. Beliau berkata,”Hadits hasan Gharib.” Imam Ahmad dalam Al-Musnad, 35/483. Syaikh Al-Albany menyatakannya sebagai sebagai hadits shahih dalam kitab ‘As-Silsilah As-Shahihah no. 503]

Hadits tentang Syam dan keutamaan penduduknya
Sumber gambar: https://modo3.com/
  1. Hadits Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا، قَالَ: قَالُوا: وَفِي نَجْدِنَا، قَالَ: قَالَ: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا، قَالَ: قَالُوا: وَفِي نَجْدِنَا، قَالَ: قَالَ: هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ، وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ.

Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Nabi ﷺ bersabda, ‘Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami.’
Ibnu ‘Umar berkata, “Para sahabat berkata, ‘Juga untuk negeri Najed kami.’ Beliau kembali berdoa. ‘Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami.’ Para sahabat berkata lagi, ‘Juga untuk negeri Najed kami.’

Ibnu ‘Umar berkata, “Beliau bersabda, ‘Di sanalah akan terjadi berbagai bencana dan fitnah, dan di sana akan muncul tanduk setan.” [Hadits riwayat Al-Bukhari No. 979]

  1. Hadits Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّه عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إني رأيتُ عمودَ الْكِتَابِ انْتُزِعَ مِنْ تَحْتِ وِسَادَتِي، فَنَظَرْتُ فَإِذَا هُوَ نورٌ ساطعٌ عُمِدَ بِهِ إِلَى الشَّامِ، أَلا إِنَّ الإِيمَانَ -إِذَا وَقَعَتِ الفتن- بالشام.

Dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, ”Sesungguhnya aku melihat pilar al-Qur’an dicabut dari bawah bantalku, lalu aku melihat ada cahaya terang yang membentang sampai negeri Syam. Ketahuilah bahwa keimanan itu berada di Syam apabila terjadi fitnah.” [Hadits riwayat al-Hakim 5/712-713 no: 8601. Al-Hakim menshahihkannya dan Adz-Dzahabi sepakat dengannya. Al-Albani menshahihkannya dalam tahqiqnya terhadap hadits-hadits “ Fadhailusy Syam” karya Ar-Rib’i hal. 85]

  1. Hadits Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رَأَيْتُ عَمُوْدًا مِنْ نُوْرٍ خَرَجَ مِنْ تَحْتِ رَأْسِي سَاطِعًا حَتَى اسْتَقَرَّ بِالشَّامِ.

Dari Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Aku melihat sebuah pilar dari cahaya keluar dari bawah kepalaku, ia bersinar terang hingga menetap di negeri Syam.”

[Hadits riwayat Al-Baihaqi dalam kitab Dalail an-Nubuwwah, 6/448; Ibnu Asakir dalam kitab Tarikh Damsyiq, 1/109; dan dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Al-Misykat No. 6280]

  1. Hadits Abdullah bin Umar bin al-Khathab radhiyallahuma.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ لنا النَّبِيِّ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يومًا: إِنِّي رَأَيْتُ الْمَلَائِكَةَ فِي الْمَنَامِ أَخَذُوا عَمُوْدَ الْكِتَابِ، فَعَمِدُوْا بِهِ إِلَى الشَّامِ، فَإِذَا وَقَعَتْ الْفِتَنُ فَإِنَّ الْإِيْمَانَ بِالشَّامِ.

Dari Abdullah bin Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Suatu hari Nabi ﷺ bersabda kepada kami,”Sungguh aku melihat para malaikat dalam mimpi mengambil pilar Al-Kitab, lalu membawanya ke negeri Syam. Apabila terjadi banyak fitnah maka sesungguhnya iman berada di Syam.”

[Hadits riwayat Ibnu ‘Asakir dalam kitab Tarikh Damsyiq, 1/110; dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Takhrij Ahadits Fadhail asy-Syam karya Abu al-Hasan ar-Rib’i]

Baca juga: Keutamaan Kota Madinah

Penyebutan Negeri Syam Dalam Al Qur’an

Penyebutan Negeri Syam Dalam Al Qur'an
Sumber gambar: twitter.com

Al-Quran juga menyebut negeri Syam. Penyebutan di dalam al-Quran menggunakan ungkapan yang bernada pujian. Ini menunjukkan wilayah ini memiliki keutamaan di sisi Allah Ta’ala. Firman Allah yang menerangkan tentang negeri Syam adalah:

  1. Surat Al-Isra’: 1
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci (Allah), yang telah Memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami Berkahi sekelilingnya agar Kami Perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Masjidil Aqsa dan daerah sekitarnya mendapat berkah dari Allah dengan diturunkannya nabi-nabi di negeri itu berikut kesuburan tanahnya.

Masjidil Aqsha berada di negeri Palestina. Palestina di masa Rasulullah ﷺ melakukan perjalanan Isra’ dan Mi’raj masuk ke dalam cakupan area negeri Syam.

  1. Surat Al-Anbiya’: 81

وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِي بِأَمْرِهِ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عَالِمِينَ

Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

Maksudnya adalah berhembus ke negeri Syam yang di dalamnya terdapat kerajaan Nabi Sulaiman ‘alaihis salam

  1. Surat Al-Anbiya’: 70-71

وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ

Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.

Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.

Sudah dimaklumi bahwa Allah menyelamatkan Ibrahim dan Luth ke negeri Syam dari negeri Jazirah Arab dan Irak.

  1. Surat Al-A’raf: 137

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.

Sudah dimaklumi bahwa Bani Israil mewarisi bagian timur dan barat negeri Syam setelah Firaun dan kaumnya ditenggelamkan pada hari itu.

  1. Surat Saba’: 18

وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ ۖ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ

Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman.

Negeri Saba’ adalah antara Yaman dan kota Syam dari peradaban masa lalu sebagaimana diterangkan oleh para ulama. [i]

  1. Surat Al-Qashash: 30

فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِيَ مِنْ شَاطِئِ الْوَادِ الْأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَنْ يَا مُوسَىٰ إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.

  1. Surat Thaha: 12

إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ ۖ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى

Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa.

  1. Surat An-Nazi’at: 16

إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى

Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa;

  1. Al-Maidah: 21

يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.

Itulah 9 ayat Al-Quran al-Karim yang menunjukkan keutamaan negeri Syam dan barokahnya yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. [ii]

Baca juga: Keutamaan Kota Makkah

Keutamaan Negeri Syam

Mengapa disebut Negeri Syam Inilah keutamaannya
Sumber gambar: https://syrianconstitution.org/

Bilad Al-Syam (“Bumi Syam”; Levant dalam bahasa Inggris) adalah bagian dunia yang sangat penting yang telah menjadi jantung relevansi politik dan agama bagi umat Islam sejak awal sejarah mereka.

Tidak mudah untuk menggarisbawahi pentingnya bagian bumi yang diberkati ini secara memadai, serta sentralitasnya terhadap perkembangan politik yang melibatkan dunia Muslim pada abad terakhir.

Kita diberitahu tentang keutamaan negeri Syam melalui hadits-hadits Rasul ﷺ yang menjelaskan secara ringkas mengapa kaum Muslimin memiliki keterikatan secara agama dan politik dengan wilayah ini hingga akhir zaman. [iii]

Negeri Syam memiliki keutamaan yang sangat banyak. Di antara keutamaannya berdasarkan hadits-hadits Nabi ﷺ adalah sebagai berikut [iv]:

1. Syam merupakan tempat berkumpulnya manusia

Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya dari hadits Hakim bin Muawiyah dari ayahnya radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda,

هَا هُنَا تُحشَرُونَ، هَا هُنَا تُحشَرُونَ، هَا هُنَا تُحشَرُونَ، ثلاثًا، رُكبَانًا، وَمُشَاةً، وَعَلَى وُجُوهِكُم.. ثم آخر الحديث، قَالَ ابنُ بُكَيرٍ: فَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى الشَّامِ، فَقَالَ: إِلَى هَا هُنَا تُحشَرُونَ

“Di sinilah mereka dikumpulkan. Di sinilah mereka dikumpulkan. Di sinilah mereka dikumpulkan. Beliau mengulangi sebanyak tiga kali. Dalam keadaan berkendara, berjalan kaki dan di atas wajah-wajahnya…kemudian di akhir hadits ini Ibnu Bukair berkata,” Nabi ﷺ mengisyaratkan dengan tangannya ke arah Syam. Kemudian Nabi berkata,”Ke sanalah mereka dikumpulkan.” [Hadits riwayat Ahmad (33/214) no. 20011). Para Peneliti Musnad menyatakan isnadnya hasan.]

2. Para malaikat membentangkan sayapnya untuk Syam

Ini di masa damai. Bagaimana bila di masa perang?. At-Tirmidzi meriwayatkan dalam sunannya (3954) dan Ahmad dalam Musnadnya (35/483) no. 21606 dari hadits Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu dia berkata,”Rasulullah ﷺ bersabda,

طُوبَى لِلشَّامِ، طُوبَى لِلشَّامِ، قُلتُ: مَا بَالُ الشَّامِ؟ قَالَ: المَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَجنِحَتَهَا عَلَى الشَّامِ

“Thuba untuk Syam. Thuba untuk Syam.” Aku berkata,”Ada apa dengan Syam?” Rasulullah ﷺ bersabda,”Para malaikat membentangkan sayapnya di atas Syam.”

Thuba menurut Al-Mubarakfuri adalah kelapangan dan bagusnya kehidupan yang terdapat pada negeri Syam dan para penduduknya.

3. Allah menjamin Syam dan penduduknya.

Abu Dawud meriwayatkan dalam sunannya (2483) dari hadits Ibnu Hawalah radhiyallahu ‘anhu dia berkata,”Rasulullah ﷺ bersabda,

سَيَصِيرُ الأَمْرُ إِلَى أَنْ تَكُونُوا جُنُودًا مُجَنَّدَةً، جُنْدٌ بِالشَّامِ، وَجُنْدٌ بِالْيَمَنِ، وَجُنْدٌ بِالْعِرَاقِ. قَالَ ابْنُ حَوَالَةَ: خِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ. فَقَالَ: عَلَيْكَ بِالشَّامِ، فَإِنَّهَا خِيَرَةُ اللَّهِ مِنْ أَرْضِهِ يَجْتَبِي إِلَيْهَا خِيَرَتَهُ مِنْ عِبَادِهِ، فَأَمَّا إِنْ أَبَيْتُمْ فَعَلَيْكُمْ بِيَمَنِكُمْ، وَاسْقُوا مِنْ غُدُرِكُمْ، فَإِنَّ اللَّهَ تَوَكَّلَ لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ

“Pada saat itu akan terbentuk tentara-tentara dalam sejumlah kelompok. Satu kelompok pasukan di Syam, dan satu kelompok pasukan di Yaman dan satu kelompok di Iraq.” Ibnu Hawalah berkata,” Pilihkanlah untuk saya wahai Rasulullah jika saja aku menjumpainya.”

Rasulullah ﷺ bersabda,”Kamu bergabunglah dengan kelompok pasukan yang berada di Syam. Sesungguhnya Syam itu negeri pilihan Allah. Allah memilih negeri tersebut bagi hamba-hamba pilihan-Nya.

Dan jika kamu enggan, maka hendaklah kamu ke Yaman. Dan minumlah dari tempat-tempat penampungan minum kalian. Sesungguhnya Allah telah menjamin untukku Syam dan penduduknya.”

Dalam kitab ‘Aunul Ma’bud karya Syamsul Haq al-Azhim Abadi (7/116) diterangkan maksud dari تَوَكَّلَ adalah menanggung dan menjamin. لِي بِالشَّامِ (untukku dengan negeri Syam) maksudnya adalah Allah tidak akan menghancurkannya dengan fitnah dan وَأَهْلِهِ (penduduknya) maksudnya Allah menjamin untukku penduduk Syam tidak akan tertimpa fitnah dan Allah tidak akan membinasakan orang-orang yang tinggal di sana dengan fitnah.”

4. Pilar Al-Kitab dan Islam terdapat di negeri Syam.

Imam al-Hakim meriwayatkan di dalam al-Mustadrak dari hadits Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata,”Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنِّي رَأَيْتُ عَمُودَ الكِتَابِ انْتُزِعَ مِنْ تَحتِ وِسَادَتِي، فَنَظَرْتُ فَإِذَا هُوَ نُورٌ سَاطِعٌ عُمِدَ بِهِ إِلَى الشَّامِ، أَلَا إِنَّ الإِيمَانَ إِذَا وَقَعَتِ الفِتَنُ بِالشَّامِ

”Sesungguhnya aku melihat pilar al-Qur’an dicabut dari bawah bantalku, lalu aku melihat ada cahaya terang yang membentang sampai negeri Syam. Ketahuilah bahwa keimanan itu berada di Syam apabila terjadi fitnah.”

[Hadits riwayat al-Hakim 5/712-713 no: 8601. Al-Hakim menshahihkannya dan Adz-Dzahabi sepakat dengannya. Al-Albani menshahihkannya dalam tahqiqnya terhadap hadits-hadits “ Fadhailusy Syam” karya Ar-Rib’i hal. 85]

Yang dimaksud dengan pilar al-kitab dan Islam adalah apa yang disandarkan kepadanya, yaitu orang-orang yang berpegang teguh dengannya dan mengamalkannya. [Al-Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah]

5. Thaifah Al-Manshurah (Kelompok yang senantiasa mendapat pertolongan Allah Ta’ala) berada di Syam.

At-Tirmidzi meriwayatkan dalam sunannya dan Ahmad dalam Musnadnya dari hadits Muawiyah bin Qurrah dari Ayahnya radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda,

إِذَا فَسَدَ أَهْلُ الشَّامِ فَلَا خَيْرَ فِيكُمْ، لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

”Apabila kerusakan terjadi pada penduduk Syam maka sudah tidak ada lagi kebaikan pada kalian. Senantiasa akan ada di kalangan umatku orang-orang yang mendapatkan pertolongan Allah, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan memberi madharat kepada mereka sampai terjadi hari kiamat.”

[Hadits riwayat Ahmad (24/363) no. 15597 dan berkata muhaqqiq Musnad: isnadnya shahih. Dan Sunan At-Tirmidzi no. 2192 dan berkata,”ini hadits hasan shahih.”]

6. Wasiat Nabi ﷺ agar pergi menuju ke Syam

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya dari hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, ”Rasulullah ﷺ berkata kepada kami,”

سَتَخْرُجُ نَارٌ قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مِنْ بَحْرِ حَضْرَمَوْتَ، أَوْ مِنْ حَضْرَمَوْتَ تَحْشُرُ النَّاسَ. قَالُوا: فَبِمَ تَأْمُرُنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: عَلَيْكُمْ بِالشَّامِ

”sebelum hari kiamat akan keluar api dari laut Hadramaut, atau dari Hadramaut yang akan menggiring umat manusia.” Para sahabat bertanya,”Apa yang anda perintahkan kepada kami wahai Rasulullah? Beliau ﷺ menjawab, ”Hendaklah kalian ke negeri Syam.” [Hadits riwayat Ahmad 9/145 no: 5146]

7. Nabi ﷺ memuji Syam sebagai tempat terbaik.

Imam Abu Dawud meriwayatkan dalam sunannya dan Ahmad dalam Musnadnya dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ فُسْطَاطَ الْمُسْلِمِينَ يَوْمَ الْمَلْحَمَةِ بِالْغُوطَةِ إِلَى جَانِبِ مَدِينَةٍ يُقَالُ لَهَا: دِمَشْقُ، مِنْ خَيْرِ مَدَائِنِ الشَّامِ

”Sesungguhnya kota berkumpulnya kaum muslimin pada hari malhamah (perang besar) ada di Ghuthah hingga ke samping sebuah kota yang disebut dengan Damaskus, kota terbaik dari kota-kota di Syam.”

[Hadits riwayat Ahmad 39/412 no: 23985. Muhaqqiq Musnad menyatakan isnadnya shahih berdasarkan syarat Muslim dan Abu Dawud no: 4298]

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda

يَوْمَ الْمَلْحَمَةِ الكُبرَى فُسْطَاطُ الْمُسْلِمِينَ بِأَرضٍ يُقَالُ لَهَا: الغُوطَةُ، فِيهَا مَدِينَةٌ يُقَالُ لَهَا: دِمَشْقُ، خَيرُ مَنَازِلِ المُسلِمِينَ يَومَئِذٍ

”Pada hari terjadinya Malhamah Kubra (perang besar) maka kota berkumpulnya kaum muslimin berada di wilayah yang disebut dengan al-Ghuthah. Disana ada kota yang bernama Damaskus, yang menjadi tempat terbaik untuk tinggal bagi kaum muslimin.” [Mustadrak al-Hakim 5/684 no: 8543 dan muhaqqiqnya berkata,”Hadits shahih.”

8. Nabi Isa ‘alaihis salam turun di Syam

Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari hadits Nawas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, ”Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,

فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ، إِذْ بَعَثَ اللهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ، فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ.

”…Ketika Dajjal dalam keadaan demikian, maka Allah mengutus Al-Masih bin Maryam, lalu dirinya turun di menara putih di sebelah timur kota Damaskus.” [Hadits riwayat Muslim no: 2937]

9. Binasanya Dajjal di Syam

mam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dari hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ tatkala mengisahkan sampainya kaum muslimin ke negeri Syam, beliau ﷺ bersabda:

فَبَيْنَمَا هُمْ يُعِدُّونَ لِلْقِتَالِ، يُسَوُّونَ الصُّفُوفَ، إِذْ أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ، فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صلى اللهُ عليه وسلم فَأَمَّهُمْ، فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ اللَّهِ، ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ، فَلَوْ تَرَكَهُ لَانْذَابَ حَتَّى يَهْلِكَ، وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللّهُ بِيَدِهِ فَيُرِيهِمْ دَمَهُ فِي حَرْبَتِهِ

”Tatkala mereka bersiap-siap untuk berperang, lalu mereka meluruskan barisan, dan ketika sholat agak ditegakkan, tiba-tiba turun Isa bin Maryam ﷺ lantas dirinya mengimami sholat mereka. Dan ketika musuh Allah (Dajjal) melihat Isa, dirinya meleleh seperti halnya garam meleleh terkena air. Kalau seandainya dibiarkan keadaannya demikian tentu dia akan terus meleleh sampai binasa, akan tetapi, Allah membunuhnya melalui perantara tangan Isa kemudian dirinya memperlihatkan kepada mereka darah Dajjal yang ada di tombaknya.” [Hadits riwayat Muslim no: 2897]

10. Syam merupakan asal dan tempat orang-orang mukmin.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya dari hadits Salamah bin Nufail radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

أَلَا إِنَّ عُقْرَ دَارِ الْمُؤْمِنِينَ الشَّامُ

”Ketahuilah sesungguhnya asal dan tempat orang-orang beriman itu adalah Syam.” [Hadits riwayat Ahmad 28/165 no: 16965. Muhaqqiq musnad menyatakan isnadnya hasan]

Ibnu Atsir berkata,

عُقْرُ دار الإسلام الشام، أي: أصله وموضعه، كأنه أشار به إلى وقت الفتن أي يكون الشام يومئذ آمنًا منها، وأهل الإسلام به أسلم

” عُقْرُ دار الإسلام الشام Maksudnya asal dan tempatnya, seakan-akan beliau mengisyaratkan dengan hadits ini pada waktu terjadinya fitnah. Artinya, Syam pada saat itu negeri yang aman dari fitnah tersebut, dan kaum muslimin selamat serta aman untuk tinggal disana.”

Baca juga: Keutamaan Bulan Haram

Keutamaan Penduduk Syam

Keutamaan Negeri Syam dan Penduduknya
Sumber gambar: https://www.alaraby.co.uk/

Bila bagian sebelum ini fokus pembahasannya adalah keutamaan negeri Syam, maka pada bagian ini akan dibahas apa saja keutamaan penduduknya.

Sesungguhnya penduduk Syam memiliki keutamaan yang tidak banyak dimiliki oleh penduduk wilayah belahan bumi yang lain. Di antaranya adalah:

1. Penduduknya Mendapat jaminan dari Allah Ta’ala

Abu Dawud meriwayatkan dalam sunannya (2483) dari hadits Ibnu Hawalah radhiyallahu ‘anhu dia berkata,”Rasulullah ﷺ bersabda,

سَيَصِيرُ الأَمْرُ إِلَى أَنْ تَكُونُوا جُنُودًا مُجَنَّدَةً، جُنْدٌ بِالشَّامِ، وَجُنْدٌ بِالْيَمَنِ، وَجُنْدٌ بِالْعِرَاقِ. قَالَ ابْنُ حَوَالَةَ: خِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ. فَقَالَ: عَلَيْكَ بِالشَّامِ، فَإِنَّهَا خِيَرَةُ اللَّهِ مِنْ أَرْضِهِ يَجْتَبِي إِلَيْهَا خِيَرَتَهُ مِنْ عِبَادِهِ، فَأَمَّا إِنْ أَبَيْتُمْ فَعَلَيْكُمْ بِيَمَنِكُمْ، وَاسْقُوا مِنْ غُدُرِكُمْ، فَإِنَّ اللَّهَ تَوَكَّلَ لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ

”Pada saat itu akan terbentuk tentara-tentara dalam sejumlah kelompok. Satu kelompok pasukan di Syam, dan satu kelompok pasukan di Yaman dan satu kelompok di Iraq.” Ibnu Hawalah berkata,” Pilihkanlah untuk saya wahai Rasulullah jika saja aku menjumpainya.”

Rasulullah ﷺ bersabda, “Kamu bergabunglah dengan kelompok pasukan yang berada di Syam. Sesungguhnya Syam itu negeri pilihan Allah. Allah memilih negeri tersebut bagi hamba-hamba pilihan-Nya. Dan jika engkau enggan, maka hendaklah kamu ke Yaman. Dan minumlah dari tempat-tempat penampungan minum kalian. Sesungguhnya Allah telah menjamin untukku Syam dan penduduknya.”

Dalam kitab ‘Aunul Ma’bud karya Syamsul Haq al-Azhim Abadi (7/116) diterangkan maksud dari تَوَكَّلَ adalah menanggung dan menjamin. لِي بِالشَّامِ (untukku dengan negeri Syam) maksudnya adalah Allah tidak akan menghancurkannya dengan fitnah dan وَأَهْلِهِ (penduduknya) maksudnya Allah menjamin untukku penduduk Syam tidak akan tertimpa fitnah dan Allah tidak akan membinasakan orang-orang yang tinggal di sana dengan fitnah.”[v]

2. Penduduknya Senantiasa mendapat pertolongan Allah.

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dari Sa’ad bin Abi Waqash radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda,

لَا يَزَالُ أَهْلُ الْغَرْبِ ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

Senantiasa penduduk barat berada diatas kebenaran sampai tegaknya hari kiamat”. [Hadits riwayat Muslim no: 1925]

Dan penduduk barat yang dimaksud ialah penduduk Syam, sebagaimana ditegaskan oleh Imam Ahmad, dan dikuatkan hal tersebut oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.[Manaqibusy Syam wa Ahlihi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 79-80][vi]

3. Penduduknya menjadi parameter kebaikan Ummat

Penduduk Syam menjadi mizan (parameter) kebaikan dan kerusakan umat.[vii]

At-Tirmidzi meriwayatkan dalam sunannya dan Ahmad dalam Musnadnya dari hadits Muawiyah bin Qurrah dari Ayahnya radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda,

إِذَا فَسَدَ أَهْلُ الشَّامِ فَلَا خَيْرَ فِيكُمْ، لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

”Apabila kerusakan terjadi pada penduduk Syam maka sudah tidak ada lagi kebaikan pada kalian. Senantiasa akan ada di kalangan umatku orang-orang yang mendapatkan pertolongan Allah, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan memberi madharat kepada mereka sampai terjadi hari kiamat.”

[Hadits riwayat Ahmad (24/363) no. 15597 dan berkata muhaqqiq Musnad: isnadnya shahih. Dan Sunan At-Tirmidzi no. 2192 dan berkata, ”ini hadits hasan shahih.”]

Baca juga: Sempadan Tanah Haram

Meliputi Negara Mana Saja Syam Itu?

Meliputi negara Mana saja Negeri Syam pada zaman dulu
Sumber gambar: wikimedia.org

Negeri Syam membentang di sepanjang pantai timur Laut Mediterania, dan menengahi tiga benua: Asia, Afrika, dan Eropa.

Perbatasannya telah diklarifikasi di masa lalu, karena berbatasan dengan Laut Mediterania dari barat, Mesir dan Lembah Sinai dari selatan, dan dari timur berbatasan dengan gurun yang membentang dari Ail ke Eufrat, dan dari itu sampai sejauh Rum, karena negara Rum terletak di utara Syam.

Karenanya, Negeri Syam saat ini mewakili wilayah geografis yang meliputi wilayah Lebanon, Suriah, Palestina, dan Yordania. Negeri Syam ini memiliki keistimewaan karena letak geografisnya yang strategis, yang berperan besar dalam ketidakstabilan kawasan, sebagai akibat dari pergantian banyak peradaban di negeri ini.

Selain itu juga karena kontribusinya bagi kemakmuran ekonominya, dengan melihat keterkaitannya dengan sarana transportasi yang menghubungkannya dengan berbagai negara tetangga.

[Lihat: Jasir Al-‘Annani (2012), Fathu Shalahiddin Al-Ayyubi libaitil Muqaddas Bainas Siyasah wal Harb (Cet-1) ‘Amman: Amwaj Lin-Nasyr wat Tauz’i, hal. 51 dengan perubahan dan Abdussalam Al-Jaburi (2014), Al-Musyayyadaat Al-Waqfiyyah wal Khairiyyah, Yordania: Darul Kitab Ats-Tsaqafi, hal. 23, dengan perubahan.][viii]

Provinsi Hatay Turki, “wilayah sempit” bagian selatan negara Turki yang membentang ke Suriah, dapat dianggap sebagai bagian dari Negeri Syam (Levant) karena geografi, sejarah, dan budayanya.[ix]

Demikian pembahasan tentang 10 keutamaan negeri Syam berdasarkan hadits-hadits shahih. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Bila ada kebenaran dalam tulisan ini maka itu rahmat Allah semata dan bila ada kesalahan dan kekeliruan maka itu dari kami dan dari setan. Allah dan rasul-Nya berlepas diri darinya.

[i] https://www.paldf.net/forum/showthread.php?t=725783

[ii] https://www.alukah.net/culture/0/43849/

[iii] http://www.hizb-australia.org/2016/09/islam-in-al-sham-the-levant-an-introductory-history/

[iv] https://www.alukah.net/culture/0/79698/

[v] https://www.alukah.net/culture/0/79698/

[vi] Ibid.

[vii] https://groups.google.com/g/hogail22/c/Y6f5pGDQOCc

[viii] https://mawdoo3.com/

[ix] https://rashidfaridi.com/

Incoming search terms:

  • https://pusatjamdigital com/keutamaan-negeri-syam/ (1)

Filed Under: Sejarah Islam

Keutamaan Gunung Uhud & Bukti Mukzijat Nabi di Gunung Uhud

April 10, 2021 by Jam Digital Masjid Leave a Comment

Muslim mana yang tidak pernah mendengar nama Gunung Uhud. Hampir bisa dipastikan setiap Muslim yang lahir dari sebuah keluarga Muslim pernah mendengar nama Gunung bersejarah ini.

Di negeri kita, setiap anak muslim bahkan saat masih di TK kemungkinan besar sudah pernah mendengar cerita ghazwah nabi Muhammad ﷺ yang kedua di sekitar Gunung Uhud ini.

Gunung ini memang istimewa. Memiliki sejumlah kelebihan dan keutamaan dibanding gunung -gunung lain yang diciptakan oleh Allah di muka bumi ini. Tema inilah yang akan menjadi pembahasan tulisan ini.

Letak Gunung Uhud

Letak Gunung Uhud di Kota Madinah
Sumber: modo3.com

Gunung Uhud terletak di sebelah utara Madinah. Dahulu tingginya 128 meter, tetapi sekarang sudah menurun hanya tinggal 121 meter saja disebabkan oleh faktor-faktor alam.

Dari Masjid Nabawi berjarak 5,5 kilometer dimulai dari pintu Al-Majidi, salah satu nama pintu yang terletak di masjid tersebut.

Gunung Uhud terdiri dari tumpukan batu-batu granit berwarna merah, dan memiliki beberapa puncak. Di sebelah selatan terdapat sebuah gunung kecil bernama Gunung Ainaini, dan setelah peristiwa Perang Uhud dikenal dengan nama Gunung Rammat. Di antara kedua gunung tersebut terbentang sebuah lembah yang dikenal dengan nama Lembah Qannal.[i]

Baca juga: Keutamaan Kota Makkah Berdasar Quran dan Sunnah

Hadits Nabi ﷺ Tentang Gunung Uhud

Beberapa hadits yang berbicara tentang Gunung Uhud di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu riwayat Al-Bukhari

عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو مَوْلَى الْمُطَّلِبِ بْنِ حَنْطَبٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى خَيْبَرَ أَخْدُمُهُ فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَاجِعًا وَبَدَا لَهُ أُحُدٌ قَالَ هَذَا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ ثُمَّ أَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أُحَرِّمُ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا كَتَحْرِيمِ إِبْرَاهِيمَ مَكَّةَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا وَمُدِّنَا

Dari Amru bin Abi Amru mantan budak (yang telah dimerdekakan oleh) Al Muthallib bin Hanthab bahwa dia mendengar Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Aku keluar bersama Rasulullah ﷺ menuju Khaibar dimana aku melayani beliau. Ketika beliau kembali pulang dan sampai di dekat gunung Uhud, beliau ﷺ bersabda, “Gunung ini mencintai kita dan kita pun mencintainya.”

Kemudian beliau memberi isyarat dengan tangannya ke arah Madinah seraya bersabda, ‘Ya Allah, sungguh aku mensucikan apa yang ada di antara dua bukit hitam ini (maksudnya Madinah) sebagaimana Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam mensucikan Makkah. Ya Allah berilah berkah kepada kami dalam takaran sha’ dan mud kami.”

[Hadits riwayat Al-Bukhari No.2675 Bab Keutamaan membantu dalam perang]

  1. Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu riwayat Al-Bukhari

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا فَإِنَّه يَرْجِعُ مِنْ الْأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ تَابَعَهُ عُثْمَانُ الْمُؤَذِّنُ قَالَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda,”Barangsiapa mengiringi jenazah muslim, karena iman dan mengharapkan balasan dan dia selalu bersama jenazah tersebut sampai dishalatkan dan selesai dari penguburannya, maka dia pulang dengan membawa dua qiroth, setiap qiroth setara dengan gunung Uhud. Dan barangsiapa menyolatkannya dan pulang sebelum dikuburkan maka dia pulang membawa satu qiroth.”

[Hadits Bukhari No.45 Bab Mengiringi jenazah bagian dari iman]

  1. Hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu riwayat Ahmad

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُمْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَعِدَ أُحُدًا فَتَبِعَهُ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ فَرَجَفَ بِهِمْ الْجَبَلُ فَقَالَ اسْكُنْ عَلَيْكَ نَبِيٌّ وَصِدِّيقٌ وَشَهِيدَانِ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata, telah menceritakan kepada kami Qotadah bahwa Anas bin Malik menceritakan kepada mereka, bahwa Nabi ﷺ mendaki gunung Uhud, sedang Abu Bakar, Umar serta Utsman mengikutinya.

Maka gunung tersebut bergetar karena keberadaan mereka. Lalu Nabi ﷺ pun bersabda: “Tenanglah, sesungguhnya di atasmu ada seorang Nabi, seorang Shiddiq dan dua orang syahid.” [Hadits Ahmad No.11663 Musnad Anas bin Malik Radliyallahu ‘anhu ]

  1. Hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu riwayat Al-Bukhari

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

Dari Abu Sa’id Al Khudriy radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,” Nabi ﷺ bersabda, “Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian menginfaqkan emas sebesar Gunung Uhud, tidak akan ada yang menyamai satu Mud (sekitar 0,6 kg, pent) infaq seorang dari mereka, tidak pula setengahnya.”

  1. Hadits dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu riwayat Ahmad

عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ أَنَّهُ كَانَ يَجْتَنِي سِوَاكًا مِنْ الْأَرَاكِ وَكَانَ دَقِيقَ السَّاقَيْنِ فَجَعَلَتْ الرِّيحُ تَكْفَؤُهُ فَضَحِكَ الْقَوْمُ مِنْهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّ تَضْحَكُونَ قَالُوا يَا نَبِيَّ اللَّهِ مِنْ دِقَّةِ سَاقَيْهِ فَقَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُمَا أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ أُحُدٍ

Dari Zirr bin Hubaisy dari Ibnu Mas’ud bahwa ia memetik siwak dari pohon Arak dan ia memiliki betis yang kecil, tiba-tiba angin menyingkap kedua kakinya lalu orang-orang menertawakannya.

Rasulullah ﷺ bertanya, ”Apa yang kalian tertawakan?” Mereka menjawab,”Wahai Nabiyullah, kami menertawakan betisnya yang kecil.” Maka beliau bersabda,”Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kedua betisnya lebih berat timbangannya dari gunung Uhud.” [Hadits Ahmad No.3792 Musnad Abdullah bin Mas’ud Radliyallahu ta’ala ‘anhu]

  1. Hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu riwayat Ahmad

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا مُغِيرَةُ عَنْ أُمِّ مُوسَى قَالَتْ سَمِعْتُ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ابْنَ مَسْعُودٍ فَصَعِدَ عَلَى شَجَرَةٍ أَمَرَهُ أَنْ يَأْتِيَهُ مِنْهَا بِشَيْءٍ فَنَظَرَ أَصْحَابُهُ إِلَى سَاقِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ حِينَ صَعِدَ الشَّجَرَةَ فَضَحِكُوا مِنْ حُمُوشَةِ سَاقَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَضْحَكُونَ لَرِجْلُ عَبْدِ اللَّهِ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أُحُدٍ

Dari Umu Musa, dia berkata, “Saya mendengar Ali Radhiyallah ‘anhu berkata,” Nabi ﷺ memerintahkan Ibnu Mas’ud, maka dia memanjat sebuah pohon karena Nabi ﷺ memerintahnya untuk mengambilkan sesuatu dari pohon itu.

Para sahabat melihat ke arah betis Abdullah bin Mas’ud yang sedang memanjat pohon kemudian mereka tertawa karena betisnya yang kecil. Maka Rasulullah ﷺ bersabda, ”Apa yang kalian tertawakan? Kaki Abdullah itu lebih berat daripada gunung Uhud dalam timbangan pada hari kiamat.” [Hadits Ahmad No.876 Musnad Ali bin Abu Thalib Radliyallahu ‘anhu]

Baca juga: Keutamaan Shahabat Nabi

Keutamaan Gunung Uhud

Keutamaan Gunung Uhud dalam hadits Nabi
Sumber: spa.gov.sa

Di antara keutamaan Gunung Uhud adalah sebagai berikut:[ii]

1. Gunung Uhud memiliki hubungan cinta yang bersifat khusus dengan Rasulullah ﷺ, hubungan cinta dan kasih sayang.

Hal ini, Rasulullah ﷺ bersabda,”

أُحُد جبلٌ يحبُّنا ونُحبُّه – رواه البخاري

”Uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kita mencintainya.” [Hadits riwayat Al-Bukhari]

2. Uhud adalah gunung yang diajak bicara oleh Nabi ﷺ .

Saat Nabi Muhammad ﷺ berbicara kepadanya dalam bentuk memberi perintah maka Gunung Uhud kemudian patuh dan taat.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Qatadah bahwa Anas bin Malik radhiyallahu bercerita kepadanya bahwa Nabi ﷺ mendaki Uhud bersama Abu Bakar dan Utsman.

Lantas Gunung Uhud tersebut bergetar karena mereka itu. Maka Nabi ﷺ bersabda:

اثبُتْ أُحُد؛ فإن فوقَك نبيٌّ وصدِّيق وشهيدَينِ

”Tenanglah Uhud! Sesungguhnya di atasmu ada seorang Nabi, seorang Shiddiq dan dua orang syahid.” [Hadits riwayat Al-Bukhari]

3. Jabal Uhud menyimpan banyak peristiwa bersejarah dan berbagai pelajaran

Hal ini, telah banyak dijelaskan secara rinci oleh para ulama dalam berjilid-jilid buku yang besar. Salah satu yang paling terkenal adalah peristiwa perang Uhud.

Kisah selengkapnya ada bisa dibaca di artikel pelajaran hikmah dari perang uhud.

Sebab Penamaan Gunung Uhud

Sebab Penamaan Gunung Uhud menurut ulama
Sumber: sotor.com

Ada tiga riwayat yang menyebutkan tentang sebab dinamakan Gunung Uhud, yaitu:[iii]

  1. Riwayat pertama menyebutkan bahwa dinamakan demikian karena Gunung Uhud menyendiri dari gunung – gunung yang lain. Gunung Uhud dikelilingi oleh lembah-lembah dan tanah yang datar.
  1. Riwayat kedua menyatakan bahwa Gunung Uhud dinamakan dengan Uhud sebagai sebuah penyandaran kepada seorang pria yang dipanggil dengan ‘Uhud’ dari Al-‘Amaliq, yaitu penduduk tradisional generasi awal dari kota Madinah. Sesungguhnya Uhud pindah ke Gunung itu dan tinggal di sana. Semenjak itu gunung tersebut dinamakan dengan namanya.
  1. Riwayat ketiga menyatakan bahwa penamaan Gunung Uhud kembali kepada tanda keesaan Allah Azza wa Jalla.

Baca juga: Larangan di Tanah Haram

Bukti Mukjizat Nabi ﷺ di Gunung Uhud

Bukti Mukjizat Nabi di Gunung Uhud sesuai dengan hadits shahih
Sumber: youm7.com

Paling tidak ada dua buah bukti mukjizat Nabi ﷺ saat berada di Gunung Uhud:

  1. Nabi ﷺ berbicara dengan Gunung Uhud dan gunung tersebut bisa memahaminya.

Di Gunung Uhud tersebut nampak Mukjizat Nabi Muhammad ﷺ, yaitu sebagaimana terlihat dalam hadits yang menceritakan saat Nabi Muhammad ﷺ mendaki Gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiyallahu ‘anhum.

Pada saat itu Nabi ﷺ merasakan getaran dari Gunung Uhud tersebut. Beliau mengerti sepenuhnya bahwa getaran tersebut karena keberadaan mereka berempat.

Bahkan lebih jauh dari itu, beliau mengajak bicara Gunung Uhud seolah Gunung Uhud itu makhluk yang berakal yang mengerti pembicaraan manusia.

Nabi ﷺ bersabda:

اثبُتْ أُحُد؛ فإن فوقَك نبيٌّ وصدِّيق وشهيدَينِ

”Tenanglah Uhud! Sesungguhnya di atasmu ada seorang Nabi, seorang Shiddiq dan dua orang syahid.” [Hadits riwayat Al-Bukhari]

Dan terbukti, setelah Nabi ﷺ memerintahkan Gunung Uhud untuk besikap tenang, Gunung Uhud langsung berhenti getarannya. Ini menunjukkan salah satu Mukjizat Nabi ﷺ saat berada di gunung tersebut.

Dr. Mahmud Abdul Azis Yusuf berkata,”Saat Rasulullah ﷺ berdiri di atas Gunung Uhud, sesungguhnya Gunung Uhud mendengar, memahami dan mencintai serta mendengar ucapan Nabi ﷺ : اثبُت أُحُد “Tenanglah Uhud.” Lalu Gunung Uhud mentaati perintahnya dan bersikap tenang dan kokoh.

Ibnu Hajar rahimahullah berkata, ”Sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah berbicara kepada Uhud dengan pembicaraan kepada orang yang bisa memahami sehingga ketika Uhud berguncang Rasulullah ﷺ bersabda: اسكن أُحُد ‘Tenanglah Uhud.”.[iv]

  1. Nabi ﷺ memberikan kabar gembira kepada Umar dan Utsman radhiyallahu ‘anhuma bahwa mereka akan mendapatkan syahadah (kematian syahid)

Ini merupakan bentuk informasi tentang perkara ghaib. Ini merupakan dalil yang kuat bahwa Nabi ﷺ tidak berbicara berdasar hawa nafsu namun itu hanyalah wahyu semata sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Quran.[v]

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

“Dan dia tidaklah berbicara dari dorongan hawa nafsunya, akan tetapi ucapannya tiada lain adalah wahyu yang disampaikan kepadanya.” [An Najm: 3-4]

Sekian tahun setelah itu, terbuktilah apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Umar dan Utsman radhiyallahu ‘anhuma masing-masing meninggal sebagai syahid karena dibunuh.

Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu dibunuh oleh Abu Lu’luah al-Majusi saat sedang shalat Shubuh dan mati syahid akibat dari tikaman pisau Abu Lu’luah. Sedangkan Utsman radhiyallahu ‘anhu dibunuh di rumahnya saat sedang membaca al-Quran oleh sekelompok orang Khawarij.[vi]

Baca juga: Sebab Penamaan Bulan Haram

Apakah Disunnahkan Untuk Mengunjungi Gunung Uhud?

Apakah disunnahkan berziarah ke Jabal Uhud
Sumber: alyaum.com

Gunung Uhud memang tempat bersejarah yang istimewa. Setiap Muslim dari luar Jazirah Arab yang diberi kemudahan untuk berkunjung ke Madinah akan terbersit keinginan untuk menyempatkan diri mengunjungi situs penting tersebut.

Namun demikian, yang perlu diketahui adalah bahwa ziarah ke Gunung Uhud itu bukanlah perkara yang disunnahkan atau dianjurkan dalam agama yang memiliki nilai pahala tertentu karena mendatanginya. Ia bukan merupakan sunnah yang dianjurkan saat seorang Muslim berkunjung ke Madinah.

Tidak ada dalil syar’i yang mengkhususkan untuk berziarah ke Gunung Uhud sebagaimana nash yang menegaskan bahwa Nabi ﷺ secara berkala biasa mengunjungi Masjid Quba’ dan kemudian shalat dua rakaat di dalamnya. Rasulullah ﷺ menegaskan adanya keutamaan khusus shalat di Masjid Quba’, yaitu seperti pahala umrah.

Para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah orang-orang yang paling bersemangat untuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Meskipun demikian tidak diketahui dari mereka adanya kebiasaan menziarahi Gunung Uhud dengan keyakinan sebagai sebuah sunnah yang berpahala dengan melakukannya. Andaikan itu kebaikan maka mereka pasti telah mendahului kita melakukannya.

Syaikh Abdul Azis bin Abdullah bin Baz rahimahullah saat menjelaskan tentang apa saja yang dianjurkan secara syar’i untuk dilakukan bagi orang yang mengunjungi Madinah menjelaskan diantaranya adalah sebagai berikut:

”Dianjurkan juga bagi orang yang berziarah ke Madinah untuk mengunjungi Masjid Quba’ dan shalat dua rakaat di dalamnya sebagaimana dahulu Nabi ﷺ mengunjunginya. Nabi ﷺ memberitahukan bahwa siapa yang mengunjunginya :

من تطهر في بيته ثم أتى مسجد قباء فصلى فيه ركعتين كان كعمرة

“Siapa yang berwudhu di rumahnya kemudian mendatangi Masjid Quba’ lalu shalat di dalamnya dua rakaat, maka ( pahalanya) seperti umrah.”

Maka, ziarah Masjid Quba’ itu sunnah dan mendekatkan diri kepada Allah karena mengikuti Nabi ﷺ dalam masalah tersebut. Inilah yang disyariatkan bagi orang yang mengunjungi Madinah. Adapun kunjungan yang bertujuan ke tempat-tempat lain seperti sumur-sumur, masjid-masjid lain atau area-area yang lain maka ini tidak disyariatkan.” [vii]

Di bagian sebelumnya dari fatwa ini, Syaikh Abdul Azis bin Baz menganjurkan agar berziarah ke kuburan para syuhada’ Uhud. Beliau menyatakan bahwa ini disunnahkan karena Nabi ﷺ juga berziarah ke makam para Syuhada’ Uhud.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah saat menjelaskan tempat-tempat yang disyariatkan untuk dikunjungi di Madinah mengatakan, ”Inilah 5 tempat di Madinah: Masjid Nabawi, Kuburan Nabi ﷺ, Kuburan dua sahabatnya (yaitu Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma), Pemakaman Baqi’, Syuhada’ Uhud, Masjid Quba’. Tempat-tempat kunjungan selain itu di Madinah tidak ada dasarnya dan tidak disyariatkan untuk pergi ke sana.”[viii]

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa mengunjungi Gunung Uhud bukan perkara yang disunnahkan. Yang disunnahkan adalah berziarah ke makam para Syuhada’ Uhud.

Semoga tulisan tentang keutamaan Gunung Uhud ini bermanfaat. Bila ada kebenaran di dalamnya maka itu dari rahmat Allah semata dan bila ada kesalahan dan kekeliruan maka itu dari kami dan dari setan. Allah dan Rasul-Nya berlepas diri darinya.


[i] Seleksi Sirah Nabawiyah-Studi Kritis Muhadditsin Terhadap Riwayat Dha’if, Dr. Akram Dhiya’ Al-‘Umuri, Pustaka Darul Falah, Jakarta, hal. 406.

[ii] https://www.alukah.net/sharia/0/128998/

[iii] Ibid.

[iv] ibid

[v] https://www.almrsal.com/post/578971

[vi] ibid

[vii] https://binbaz.org.sa/fatwas/6933/

[viii] https://www.islamweb.net/ar/fatwa/159809/

Incoming search terms:

  • https://pusatjamdigital com/keutamaan-gunung-uhud/ (3)
  • Hadits tentang Jabal Uhud (1)

Filed Under: Sejarah Islam

  • « Previous Page
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • …
  • 11
  • Next Page »
Konsultasi