Pusat Jam Digital Masjid Murah Bergaransi

Pusat Produksi dan Jual Jam Digital Masjid - Jadwal Waktu Sholat Abadi Murah Bergaransi untuk Masjid, Jam Adzan dan Iqomah Otomatis. Hub: 0812 2890 1300

Produsen Jam Digital Masjid
Jadwal Sholat Digital
Jam Digital Waktu Adzan
Hitung Mundur Iqomah
Running Teks
Produk Digital LED
————–
Pemesanan
Konsultasi Produk
Free Ongkir/Subsidi Ongkir
WA: 0812 2890 1300
————–
Cara Setting / Service Kerusakan

Powered by Genesis

Pengertian Ghazwah dan Sariyah [Sejarah, Sebab, Perbedaan, Tabel Lengkap]

Pengertian Ghazwah dan Sariyah Zaman Nabi

Ghazwah dan Sariyah adalah bagian dari sejarah Islam yang tak lepas dari perjalanan nabi (sirah nabawiyah). Semua bermula dari dakwah Islam di Makkah al-Mukarramah dimulai secara diam-diam.

Seiring dengan jumlah umat Islam mulai meningkat sedikit demi sedikit sampai tiba waktunya untuk mendakwahkan Islam secara terbuka. Maka mulailah tekanan orang-orang kafir Quraisy dilancarkan kepada Nabi ﷺ dan para sahabat mulia nabi yang beriman kepadanya radhiyallahu ‘anhum semakin menguat.

Hijrah ke Madinah pun menjadi solusi untuk menjaga eksistensi Islam dan kebebasan beribadah. Meski sudah berhijrah, tantangan tak kemudian selesai. Gangguan selalu datang dari luar Madinah.

Karenanya, ada pembelaan terhadap Islam dan kaum muslimin dengan menggunakan kekuatan. Ada banyak istilah yang terkait dengan jihad di jalan Allah.

Dan yang paling penting adalah ghazwah dan sariyah yang dikirim dalam Islam. Dalam artikel ini akan dijawab pertanyaan tentang apa perbedaan antara ghazwah dan sariyah.[i]

Daftar Isi hide
Peperangan Pada Zaman Nabi ﷺ
Sebab Ghazwah dan Sariyah Zaman Nabi ﷺ
Tujuan Penyebutan Ghazwah dan Sariyah Dalam Al Qur’an
Pengertian Ghazwah
Arti Ghazwah Secara Bahasa
Arti Ghazwah Secara Istilah
Tabel Ghazwah Zaman Nabi
Tabel Ghazwah Sebelum Perang Badar
Tabel Ghazwah Sebelum Fathu Makkah
Tabel Ghazwah Setelah Fathu Makkah
Jumlah Ghazwah Zaman Nabi
Pengertian Sariyah
Arti Sariyah Secara Bahasa
Arti Sariyah Secara Istilah
Tabel Sariyah Zaman Nabi
Jumlah Sariyah Zaman Nabi
Perbedaan Ghazwah dan Sariyah
Persamaan Ghazwah dan Sariyah
Tanya Jawab Seputar Ghazwah dan Sariyah
– Peperangan yang diikuti Nabi ﷺ disebut apa?
– Berapa Jumlah Perang Pada Zaman Nabi ﷺ?
– Berapa Jumlah Perang Yang Diikuti Nabi ﷺ?
– Berapa Jumlah Perang Yang Tidak Diikuti Nabi ﷺ?
– Apa Ghazwah Terbesar yang diikuti Nabi ﷺ?
Incoming search terms:

Peperangan Pada Zaman Nabi ﷺ

Peperangan pada zaman Nabi ﷺ dimulai dengan munculnya agama Islam pada abad ketujuh M. Hal itu setelah jihad disyariatkan bagi umat Islam. Peperangan tersebut, dengan berbagai penyebabnya, bersesuaian dengan prinsip perang agama dalam konsep Islam atau yang disebut dengan jihad.

Jihad dalam arti perang disyariatkan pertama kali dalam Islam setelah Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah. Sebelum itu, kaum Muslimin diperintahkan untuk tidak menggunakan kekuatan dalam menghadapi orang-orang kafir dan gangguan mereka.[ii]

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

أنَّ عبدالرحمن بنَ عوفٍ ، وأصحابًا لَهُ أتَوا النَّبيَّ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ بمَكَّةَ فقالوا : يا رسولَ اللَّهِ ، إنَّا كنَّا في عزٍّ ونحنُ مُشرِكونَ ، فلمَّا آمنَّا صِرنا أذلَّةً ، فقالَ : إنِّي أُمِرتُ بالعفوِ ، فلا تقاتِلوا فلمَّا حوَّلَنا اللَّهُ إلى المدينةِ ، أَمرَنا بالقتالِ ، فَكَفُّوا ، فأنزلَ اللَّهُ عزَّ وجلَّ : أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ .

”Sesungguhnya Abdurrahman bin ‘Auf dan sejumlah sahabatnya mendatangi Nabi ﷺ di Makkah, lantas berkata, “Sesungguhnya dahulu kami dalam keadaan mulia padahal kami masih musyrik. Ketika kami beriman kami menjadi dalam keadaan hina.”

Nabi ﷺ bersabda, “Aku diperintahkan untuk memberikan maaf maka kalian jangan berperang.” Ketika Allah memindahkan kami ke Madinah, Allah memerintahkan kami untuk berperang. Ternyata mereka enggan berperang. Maka Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan firman-Nya:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” [An-Nisa’: 77]

[Hadits riwayat An-Nasa’i dalam Shahih An-nasa’i no. 3086. Syaikh Al-albani menyatakan isnadnya shahih.]

Sebab Ghazwah dan Sariyah Zaman Nabi ﷺ

Sebab Peperangan Ghazwah dan Sariyah Zaman Nabi
Sumber gambar: https://modo3.com/

Peperangan yang terjadi di masa Nabi ﷺ ada yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ dan ada pula yang tidak dipimpin oleh beliau. Sebab-sebab yang memicu terjadinya peperangan tersebut ada beberapa macam.

Di antara sebab-sebab peperangan yang terjadi di masa Nabi adalah:

  1. Untuk mempertahankan eksistensi kaum Muslimin dan Negaranya dari upaya penghancuran oleh orang-orang kafir. Hal ini sebagaimana nampak dalam perang Badar, Uhud dan Ahzab.
  2. Mencegah terjadinya serangan terhadap kaum Muslimin dan Negara Islam Madinah. Hal ini seperti dalam perang Tabuk, saat Nabi ﷺ mendapatkan informasi yang sangat valid dan akurat bahwa Kekaisaran Romawi sedang mempersiapkan pasukan besar untuk memerangi kaum Muslimin. Maka Nabi ﷺ menyiapkan pasukan besar untuk mencegah serangan tersebut terjadi di Madinah. Demikian pula dengan perang Hunain dan perang melawan Yahudi Bani Quraidzah.
  3. Menghancurkan pusat kekuatan musuh yang menjadi sumber segala konspirasi dan permusuhan terhadap kaum Muslimin. Hal ini seperti dalam perang Khaibar.
  4. Melakukan pembalasan atas kejahatan musuh terhadap kaum muslimin dan sekutu kaum muslimin. Hal ini sebagaimana dalam perang Mu’tah saat utusan Nabi ﷺ ke Raja Bushra di wilayah Irak dibunuh oleh mereka yang menjadi sekutu Romawi. Demikian pula dalam perang Fathu Makkah yang penyebabnya adalah serangan orang musyrik terhadap Bani Khuza’ah yang menjadi sekutu Nabi ﷺ paska perjanjian Hudaibiyah.

Membunuh utusan resmi negara dan melanggar perjanjian antara dua negara merupakan kejahatan serius yang harus mendapatkan hukuman yang setimpal.

Tujuan Penyebutan Ghazwah dan Sariyah Dalam Al Qur’an

Sejumlah pertempuran yang dipimpin oleh Nabi Muhammad ﷺ disebutkan dalam Al-Quran kadang-kadang secara singkat, dan di lain waktu secara detail. Seperti perang Badar al-Kubra disebutkan secara rinci dalam surat Al-Anfal dan dalam surat Al Imran secara singkat.

Demikian pula dengan perang Uhud juga disebutkan dalam surat Ali Imran, serta perang Bani Qaynuqa. Perang Hunain dan Tabuk dalam surat al-Taubah secara singkat. Perang Khandaq disebutkan secara rinci dalam surat al-Ahzab, dan penaklukan Khaibar dan al-Thaif dalam surat Al-Imran dan surat Al-Fath.

Para ahli tafsir (mufassir) dan ahli fikih (fuqaha’) meyakini bahwa penyebutan beberapa pertempuran secara detail sedangkan yang lain tidak mendetail itu menunjukkan pentingnya peperangan tersebut dalam perjalanan penyebaran Islam selama era kenabian, karena mengandung pelajaran besar yang harus dipahami dengan baik.[iii]

Tujuan Penyebutan Ghazwah dan Sariyah Dalam Al Qur'an
Sumber gambar: https://modo3.com/

Pengertian Ghazwah

Sejarah menyaksikan beberapa pertempuran untuk menyebarkan agama Islam dan meninggikan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah ﷺ keluar untuk menghadapi musuh dalam beberapa pertempuran yang dikenal sebagai ghazwah.

Ghazwah ini dimulai setelah disyariatkannya perang dan izin untuk berperang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menunjukkan kekuatan umat Islam di depan suku-suku sekitarnya dan menanam ketakutan di dada mereka.

Arti Ghazwah Secara Bahasa

Kata الغزوة ghazwah secara bahasa berasal dari kata غزا يغزو، غَزوة، فهو غازٍ jamaknya غُزاة،

Kata غزا (ghaza) berarti membidik, memburu dan menyerang musuh di negerinya. Kata غَزوة ghazwah merupakan bentuk tunggal dan jamaknya adalah غزوات (ghazawat)[iv]

Arti Ghazwah Secara Istilah

Sedangkan secara istilah ghazwah berarti peperangan yang Rasulullah ﷺ ikut serta di dalamnya untuk menghadapi musuh baik terjadi pertempuran atau tidak.[v]

Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi mengatakan,”Para penulis siroh secara umum menyebut setiap kelompok kaum Muslimin yang pergi bersama Nabi ﷺ untuk menghadapi musuhnya dengan istilah ghazwah baik terjadi pertempuran dalam ekspedisi tersebut ataukah tidak, baik jumlah pasukannya besar atau pun kecil.[vi]

Tabel Ghazwah Zaman Nabi

Tabel Lengkap Ghazwah Rasul Bahasa Indonesia
Download klik ini

Berikut ini daftar berbagai ghazwah yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ semenjak sebelum terjadi perang Badar hingga ghazwah terakhir yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dalam sejarah hidupnya dengan merujuk kepada tulisan Syaikh Wahid Abdussalam Bali, Ghazawat Ar-Rasul ﷺ.[vii]

Tabel Ghazwah Sebelum Perang Badar

NoNama GhazwahTahun GhazwahTempat Ghazwah
1.Ghazwah Abwa’ (Wadan)Shafar 2 HWadan
2.Ghazwah BuwathRabiul Awal 2 HBuwath
3.Ghazwah Al-‘UsyairahJumadal Ula 2 HAl-’Usyairah
4.Ghazwah Safawan (Badr Ula)Jumadal Akhir 2 HSafawan

Tabel Ghazwah Sebelum Fathu Makkah

NoNama GhazwahTahun GhazwahTempat Ghazwah
5.Badar KubroRamadhan 2 HBadar
6.Ghazwah Al-Kudr dari Bani SulaimSyawal 2 HQarqaratul Kudr
7.Ghazwah Bani Qainuqa’Syawal 2 HMadinah Munawwarah
8.Ghazwah As-SawiqDzul Hijjah 2 HQarqaratul Kudr
9.Ghazwah Dzi AmarMuharram 3 HDzu Amr
10.Ghazwah Al-Far’u dari BuhranRabiul Akhir 3 HBuhran
11.Ghazwah UhudSyawal 3 HJabal Uhud
12.Ghazwah Hamraul AsadSyawal 3 HHamraul Asad
13.Ghazwah Bani NadhirRabiul Awal 4 HPinggiran Madinah Munawarah
14.Ghazwah Badar Al-Akhirah (Al-Mau’id)Sya’ban 4 HBadar
15.Ghazwah Daumatul JandalRabiul Awal 5 HDaumatul Jandal
16.Ghazwah Bani Al-MushthaliqSya’ban 5 Hal-Muraisi’
17.Ghazwah Ahzab (Khandaq)Syawal 5 HMadinah Munawwarah
18.Ghazwah Bani QuraizhahDzul Qa’dah 5 HPinggiran Madinah Munawwarah
19.Ghazwah Bani LihyanJumadal Ula 6 HGharan
20.Ghazwah Al-HudaibiyahDzul Qa’dah 6 HHudaibiyyah
21.Ghazwah Dzi QaradMuharram 7 HDzu Qarad
22.Ghazwah KhaibarMuharram 7 HKhaibar
23.Ghazwah Dzatur Riqa’7 Hdekat Najed utara Khaibar
24.Ghazwah Fathu MakkahRamadhan 8 HMakkah al-Mukarramah

Tabel Ghazwah Setelah Fathu Makkah

NoNama GhazwahTahun GhazwahTempat Ghazwah
25Ghazwah HunainSyawal 8 HLembah Hunain
26Ghazwah ThaifSyawal 8 HThaif
27Ghazwah TabukRajab 9 HTabuk

Jumlah Ghazwah Zaman Nabi

Para ulama berselisih pendapat tentang jumlah ghazwah yang diterjuni oleh Nabi Muhammad ﷺ. Di antara mereka ada yang berpendapat jumlahnya ada 27 ghazwah. Yang lain mengatakan jumlahnya 26 ghazwah. Sebagian lainnya berpendapat jumlahnya 18 ghazwah.

Namun pendapat yang rajih adalah pendapat yang dinyatakan oleh Ibnu Hisyam bahwa jumlah ghzwah yang diterjuni oleh Nabi ﷺ adalah 27. Hanya saja, Nabi ﷺ terlibat perang secara praktis bersama kaum Muslimin dalam sembilan ghazwah. Dalam sisa ghazwah yang lain, Nabi ﷺ mengatur dan mengorganisir jalannya Ghazwah di lapangan.[viii]

Tabel Ghazwah Rasul Urut Tahun Hijriah
Download klik ini

Pengertian Sariyah

Bila ghazwah adalah setiap ekspedisi pasukan kaum muslimin di zaman Nabi ﷺ yang diterjuni langsung oleh Nabi ﷺ, lantas apakah yang dimaksud dengan sariyah?

Arti Sariyah Secara Bahasa

Secara bahasa السرية ‘sariyah’ berarti ‘yang keluar di malam hari. Disebut dengan sariyah karena ia berjalan di malam hari secara tersembunyi agar tidak diketahui oleh musuh yang bisa membuat mereka bersikap waspada dan melakukan antisipasi.[ix]

Arti Sariyah Secara Istilah

Adapun pengertian sariyah secara istilah menurut Ibnul Atsir adalah sekelompok pasukan yang jumlahnya maksimal 400 personil yang dikirim untuk menghadapi musuh. Bentuk jamak dari السرية adalah السّرايا ”as-saroya”.

Dinamakan dengan sariyah karena mereka itu adalah inti dari pasukan tempur. Mereka adalah pasukan elit. Berasal dari sesuatu yang rahasia dan berharga.

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan jumlah personil sariyah 100 samai dengan 500 personil. Ibnul Manzhur dan Fairuz Abadi menyatakan sariyah itu berkisar antara 100 hingga 500 personil.

Adapun sariyah Mu’tah jumlah pasukannya mencapai 3000 personil. Al-Baihaqi meriwayatkan dari Mujahid, dia berkata, “Rasulullah ﷺ pernah mengirim Abdullah bin Mas’ud dan Khabab sebagai sariyah dan pernah mengutus Dihyah sendirian sebagai sariyah.”

Jadi kesimpulannya, jumlah personil sariyah itu tidak lebih dari 3 ribu pasukan sebagaimana dalam sariyah Mu’tah dan tidak ada jumlah sariyah yang lebih besar dari sariyah Mu’yah dalam sirah Nabi Muhammad ﷺ .

Demikian pula, tidak ada batasan minimal jumlah personil Sariyah dalam sirah Nabi Muhammad ﷺ. Terkadang jumlah personil sariyah hanya satu orang saja.[x]

Tabel Sariyah Zaman Nabi

Tabel Lengkap Sariyah Zaman Rasul

Berikut ini sariyah yang dikirim oleh Nabi Muhammad ﷺ untuk menghadapi musuh-musuh kaum Muslimin yang ditampilkan dalam bentuk tabel agar lebih mudah membacanya. Daftar sariyah ini mengacu kepada tulisan Syaikh Wahid Abdussalam Bali , Saraya Ar-Rasul ﷺ.[xi]

NoNama SariyahTahunTempat /Tujuan
1.Sariyah Hamzah bin Abdul MuthalibRamadhan 1 HSaiful Bahri
2.Sariyah ‘Ubaidah bin Al-HaritsSyawal 1 HBathni Rabigh
3.Sariyah Sa’ad bin Abi WaqqashDzul Qa’dah 1 HAl-Kharrar
4.Sariyah Sa’ad bin Abi WaqqashRajab 2 HSebuah kampung suku Kinanah
5.Sariyah Abdullah bin JahsyRajab 2 HNakhlah
6.Sariyah ‘Umair bin ‘AdiRamadhan 2 Huntuk membunuh ‘Ashma’ binti Marwan
7.Sariyah Salim bin ‘UmairSyawal 2 HAbu ‘Afak Al-Yahudi
8.Sariyah Muhammad bin MaslamahRabiul Awal 3 Huntuk membunuh Ka’ab bin Al-Asyraf
9.Sariyah Zaid bin HaritsahJumadal Akhirah 3 HAl-Qardah
10.Sariyah Abu SalamahMuharram 4 HThulaihah Al-Asadi
11.Sariyah Abdullah bin UnaisMuharram 4 HKhalid Al-Hudzali
12.Sariyah Ar-Raji’Shafar 4 H 
13.Sariyah Bi’ru Ma’unahShafar 4 H 
14.Sariyah Amru bin Abi Umayyah4 Huntuk membunuh Abu Sufyan
15.Sariyah Abdullah bin ‘AtikDzul Hijjah 5 Huntuk membunuh Abu Rafi’ Sallam bin Abi Al-Huqaiq Al-Yahudi
16.Sariyah Muhammad bin MaslamahMuharram 6 HQurtha’
17.Sariyah ‘UkkasyahRabiul Akhir 6 HAl-Ghamar
18.Sariyah Muhammad bin MaslamahRabiul Akhir 6 HDzil Qashshah
19.Sariyah Abu ‘UbaidahRabiul Akhir 6 HDzil Qashshah
20.Sariyah Zaid bin HaritsahRabiul Akhir 6 HBani Sulaim di Al-Jamum
21.Sariyah Zaid bin HaritsahJumadal Ula 6 HAl-‘Ish
22.Sariyah Zaid bin HaritsahJumadal Akhirah 6 HAth-Tharif
23.Sariyah Zaid bin HaritsahJumadal Akhirah 6 HHisma
24.Sariyah Zaid bin HaritsahRajab 6 HWadil Qura
25.Sariyah Abdurrahman bin AufSya’ban 6 HDumatul Jandal
26.Sariyah Ali bin Ali ThalibSya’ban 6 HFadak
27.Sariyah Zaid bin HaritsahRamadhan 6 HUmmu Qirfah
28.Sariyah Abdullah bin RawahahSyawal 6 HUsair bin Zarim
29.Sariyah Kurz bin JabirSyawal 6 H‘Urniyyin
30.Sariyah Al-KhathabSyawal 6 H 
31.Sariyah Bani ‘Abs6 H 
32.Sariyah Aban bin Sa’id7 Hke arah Nejed
33.Sariyah Ghalib bin AbdillahShafar 7 HBani Tsa’labah
34.Sariyah Abu BakarSya’ban 7 HBani Fazarah
35.Sariyah Umar bin Al-KhathabSya’ban 7 HTurbah
36.Sariyah Basyir bin Sa’adSya’ban 7 HBani Murrah di Fadak
37.Sariyah Ghalib bin Abdillah Al-LaitsiRamadhan 7 HAl-Mifa’ah
38.Sariyah Basyir bin Sa’adSyawal 7 H Yaman dan Jabar
39.Sariyah Abil ‘Auja’ As-SulamiDzulhijjah 7 HBani Sulaim
40.Sariyah Ghalib bin Abdullah Al-LaitsiShafar 8 HBani Al-Mulawwih di Al-Kadid
41.Sariyah Ghalib bin Abdullah Al-LaitsiShafar 8 HFadak
42.Sariyah Syuja’ bin Wahhab Al-AsadiRabiul Awal 8 HBani ‘Amir
43.Sariyah Ka’ab nim ‘Umair Al-GhifariRabiul Awal 8 HDzatu Athlah
44.Sariyah Zaid bin Haritsah8 HMadyan
45.Sariyah Mu’tahJumadal Ula 8 H 
46.Sariyah Dzatus SalasilJumadal Akhirah 8 H 
47.Sariyah Abu QatadahSya’ban 8 HKhadhirah
48.Sariyah Abu HadradSya’ban 8 HAl-Ghabah
49.Sariyah Abu QatadahRamadhan 8 HIdham
50.Sariyah Usamah bin Zaid8 HAl-Hurqat
51.Sariyah Khalid bin Al-WalidRamadhan 8 Huntuk menghancurkan berhala Uzza
52.Sariyah ‘Amr bin Al-‘AshRamadhan 8 Huntuk menghancurkan berhala Suwa’
53.Sariyah Sa’ad bin Zaid Al-AsyhaliRamadhan 8 Huntuk menghancurkan berhala Manath
54.Sariyah Khalid bin Al-WalidSyawal 8 HBani Judzaimah
55.Sariyah Qais bin Sa’ad bin Ubadah8 HShuda’
56.Sariyah AuthasSyawal 8 H 
57.Sariyah Ath-Thufail bin Amr Ad-DausiSyawal 8 HUntuk menghancurkan Al-Kaffain
58.Sariyah ‘Uyainah bin HishnMuharram 9 HBani Tamim
59.Sariyah Quthbah bin ‘AmirShafar 9 HKhats’am
60.Sariyah Adh-Dhahak bin SufyanRabiul Awal 9 HAl-Qurtha’
61.Sariyah Alqamah bin MujazzirRabiul Akhir 9 HAl-Ahbasy
62.Sariyah Ali bin Abi ThalibRabiul Akhir 9 Huntuk menghancuran Al-Fuls.
63.Sariyah ‘Ukkasyah bin MihshanRabiul Akhir 9 HAl-Jibab
64.Sariyah Thalhah bin ‘UbaidilahRajab 9 Huntuk membakar rumah Suwailim Al-Yahudi.
65.Sariyah Khalid bin Al-WalidRajab 9 HUkaidar Raja Dumah
66.Sariyah Khalid bin Al-Walid9 HKhats’am
67.Sariyah Abu Sufyan dan Al-Mughirah bin Syu’bahRamadhan 9 Huntuk menghancurkan berhala Lata
68.Sariyah Khalid bin Sa’id bin Al-A’sh9 HYaman
69.Sariyah Khalid bin Al-WalidRabiul Akhir 10 HBani Abdul Madan di Najran
70.Sariyah Ri’yah As-Suhaimi10 HRi’yah As-Suhaimi
71.Sariyah Sariyah Ali bin Abi ThalibRamadhan 10 HYaman
72.Sariyah Jarir bin Abdillah Al-BajaliRamadhan 10 Huntuk menghancurkan berhala Dzil Khalashah
73.Sariyah Usamah bin ZaidShafar 11 HBalqa’ di Syam

Jumlah Sariyah Zaman Nabi

Berdasarkan penelitian Syaikh Wahid Abdussalam Bali terhadap banyak literatur sejarah Islam yang ada didapati jumlah sariyah yang pernah dikirim oleh Nabi Muhammad ﷺ selama beliau hidup adalah 73 sariyah.

Jumlah personil masing-masing sariyah beragam. Dari sariyah dengan satu orang hingga mencapai 3 ribu orang.

Perbedaan Ghazwah dan Sariyah

Perbedaan Ghazwah dan Sariyah serta persamaannya

Perbedaan antara ghazwah dan sariyah terletak pada:

  1. Keikutsertaan Rasulullah ﷺ dalam sebuah perang atau tidak.

Bila Rasulullah ﷺ keluar bersama sebuah pasukan dalam rangka menyerang musuh, maka kelompok pasukan semacam itu dalam sejarah islam disebut dengan istilah ghazwah.

Namun bila Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dalam rangka menyerang musuh atau dalam sebuah upaya untuk mendapatkan informasi lengkap tentang musuh tanpa diikuti oleh Rasulullah ﷺ secara langsung maka itu dinamakan dengan istilah sariyah dalam literatur sejarah Islam.

  1. Pendapat Para ulama mutaqadimin dan mutaakhirin

Perlu dipahami bahwa kata ghazwah dan sariyah menurut para ulama mutaqadimin pada generasi pertama adalah seperti makna secara bahasa yaitu membidik dan menyerbu. Mereka tidak membedakan antara kedua kata tersebut dari segi bahasa dan istilah.

Adapun para ulama mutaakhirin, mereka menyebutkan pengertian secara istilah saja. Mereka membedakan antara ghazwah dan sariyah. Mereka mengatakan, “Sesungguhnya ghazwah adalah keluarnya pasukan yang disertai oleh Nabi ﷺ sedangkan sariyah tidak disertai oleh nabi ﷺ.”[xii]

Persamaan Ghazwah dan Sariyah

  1. Pasukan dibawah Rasul

Persamaan antar ghazwah dan sariyah adalah keduanya merupakan pasukan mujahidin di masa Nabi ﷺ yang keluar untuk menghadapi musuh berdasarkan komando dan pengaturan langsung dari Rasulullah ﷺ. Mereka bertanggung jawab dan melaporkan kepada Rasulullah ﷺ atas pelaksanaannya operasi tersebut.

  1. Merupakan Jihad di Jalan Allah

Baik ghazwah maupun sariyah masuk dalam kategori jihad di jalan Allah Ta’ala dalam arti memerangi orang – orang kafir dengan senjata untuk meninggikan kalimat Allah Ta’ala.

Tanya Jawab Seputar Ghazwah dan Sariyah

Berikut beberapa pertanyaan yang mungkin sempat terlintas dibenak sebagian orang dari kaum Muslimin saat membaca literatur sejarah Islam terutama bagian peperangannya.

– Peperangan yang diikuti Nabi ﷺ disebut apa?

Peperangan yang diikuti Nabi ﷺ secara langsung di dalamnya disebut dengan istilah ghazwah dalam literatur sejarah islam yang ditulis oleh para ulama mutaakhirin.

– Berapa Jumlah Perang Pada Zaman Nabi ﷺ?

Jumlah perang yang terjadi pada masa Nabi Muhammad ﷺ tidak didapatkan jumlah pasti yang disepakati oleh para ulama.

Namun berdasarkan kajian Syaikh Wahid Abdussalam Bali jumlah perang di zaman Nabi ﷺ yang merupakan total gabungan antara ghazwah dan sariyah berjumlah 27 + 73 = 100 peperangan.

Jumlah ini juga seperti yang disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah saat menukil dari sebuah tulisan yang dibacanya.[xiii]

– Berapa Jumlah Perang Yang Diikuti Nabi ﷺ?

Berapa jumlah peperangan ghazwah yang diikuti nabi

Jumlah peperangan yang diikuti oleh Nabi Muhammad ﷺ ada beberapa versi menurut para ahli sejarah.

Ada yang mengatakan 25 perang. Ada yang mengatakan 27 perang dan ada juga ulama yang mengatakan jumlahnya adalah 29.[xiv]

Hanya saja bila mengacu kepada Ibnu Hisyam, jumlah perang yang diikuti Nabi ﷺ adalah 27.[xv] Ini seperti pendapat Syaikh Wahid Abdussalam Bali di atas.

– Berapa Jumlah Perang Yang Tidak Diikuti Nabi ﷺ?

Sedangkan jumlah perang yang tidak diikuti oleh Nabi Muhammad ﷺ itu jumlahnya jauh lebih banyak daripada jumlah yang diikuti oleh Nabi ﷺ. Perbedaan pendapat dalam hal ini juga lebih banyak. Berkisar antara 40 an hingga 70 an.[xvi]

Bila mengacu kepada penelitian yang dilakukan oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali di atas maka jumlah perang yang tidak diikuti oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah 73.

– Apa Ghazwah Terbesar yang diikuti Nabi ﷺ?

Ghazwah Hunain merupakan ghazwah terbesar yang diikuti Nabi ﷺ. Jumlah pasukan 12.000 dan terekam dalam Al Qur’an.

Demikian ini pembahasan tentang perbedaan antara ghazwah dan sariyah serta jumlahnya di masa Nabi ﷺ berdasarkan penjelasan para ulama. Semoga bermanfaat.

Bila ada kebenaran dalam tulisan ini maka itu karena rahmat Allah semata dan bila ada kesalahan dan kekeliruan maka itu dari kami dan dari setan. Semoga Allah mengampuni segala kesalahan kami.


[i] https://sotor.com

[ii] https://www.marefa.org/

[iii] https://mawdoo3.com/

[iv] https://mawdoo3.com/

[v] Ibid.

[vi] As-Sirah an-nabawiyah ‘Ardhu Waqai’ wa tahlilu Ahdats, Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi, Darul Ma’rifah, Beirut, Lebanon, 1429 H / 2008 M, hal. 366.

[vii]https://www.alukah.net/sharia/0/53779/

[viii] https://mawdoo3.com/

[ix] http://darululoom-deoband.com/arabic/articles/

[x] Ibid.

[xi] https://www.alukah.net/sharia/0/54109/

[xii] http://darululoom-deoband.com/arabic/ articles/ tmp/1575950482%2006_Dirasat_Nazratun_Rabi21435.htm

[xiii] https://www.islamweb.net/ar/fatwa/4463/

[xiv] Ibid.

[xv] http://darululoom-deoband.com/arabic/articles/ tmp/ 1575950482%2006_Dirasat_Nazratun_Rabi21435.htm

[xvi] https://www.islamweb.net/ar/fatwa/4463/

Print Friendly, PDF & Email

Incoming search terms:

  • https://pusatjamdigital com/ghazwah-sariyah/ (14)
  • berapa jumlah peperangan sariyah ? (1)
Konsultasi