Pusat Jam Digital Masjid Murah Bergaransi

Pusat Produksi dan Jual Jam Digital Masjid - Jadwal Waktu Sholat Abadi Murah Bergaransi untuk Masjid, Jam Adzan dan Iqomah Otomatis. Hub: 0812 2890 1300

Produsen Jam Digital Masjid
Jadwal Sholat Digital
Jam Digital Waktu Adzan
Hitung Mundur Iqomah
Running Teks
Produk Digital LED
————–
Pemesanan
Konsultasi Produk
Free Ongkir/Subsidi Ongkir
WA: 0812 2890 1300
————–
Cara Setting / Service Kerusakan

Powered by Genesis

Shalat Sunnah Sebelum Iqamat

February 6, 2020 by Jam Digital Masjid Leave a Comment

Shalat sunnah sebelum iqamat merupakan salah satu Adab Ketika Hadir ke Masjid. Shalat ini berbeda dengan shalat Takhiyatul Masjid.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda:

بين كل أذانين صلاة بين كل أذانين صلاة، ثم قال في الثالثة: لمن شاء

‘Di antara tiap-tiap dua adzan (adzan dan iqamat) itu terdapat shalat. Di antara tiap-tiap dua adzan (adzan dan iqamat) itu terdapat shalat.’ Kemudian beliau bersabda pada kali yang ketiga: ‘Bagi siapa saja yang menghendaki.” Hr. Al Bukhari no. 601 dan Muslim no. 838. Lihat Ma’alimus Sunan karya Al Khaththabi (II/83)

Hadits ini adalah dalil yang menunjukkan disunnahkannya shalat di antara adzan dan iqamat. Karena yang dimaksudkan dengan أذانين – yang diterjemahkan menjadi dua adzan- adalah adzan dan iqamat.

Shalat di Masjid Setelah Iqomah

Seperti diketahui bersama bahwa adzan adalah pemberitahuan mengenai kehadiran waktu shalat, sedangkan iqamat merupakan seruan untuk melakukan shalat.

Terkadang shalat yang dikerjakan sebelum iqamat itu berupa Takhiyatul Masjid, kadang kala berupa shalat sunnah mutlak, ataupun shalat sunnah muqayyad (disebabkan oleh suatu sebab).

Diriwayatkan dari Abdullah bin az Zubair, dia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

ما من صلاة مفروضة إلا وبين يديها ركعتان

“Tidak ada satu shalat fardhu pun melainkan ia didahului oleh (shalat sunnah) dua raka’at.” HR. Ad Daruquthni (I/267) dan Ibnu Hibban (VI/208-209). Lihat Silsilatul Ahadits ash shahihah karya al Albani (no. 232)

Sesungguhnya shalat sebelum iqamat merupakan penjaga shalat fardhu dan media untuk melanggengkannya. Karena ibadah-ibadah sunnah itu adalah bentuk latihan spiritual agar seseorang dapat melakukan ibadah wajib dengan cara yang paling sempurna.
Jadi, siapa saja yang terbiasa melakukan ibadah sunnah, pasti akan melanjutkannya kepada ibadah wajib dan karenanya dia dapat melakukan kewajiban tersebut secara sempurna.

Sebaliknya, siapa saja yang tidak suka melakukan ibadah yang sunnah akan rentan dalam meninggalkan ibadah wajib. Demikianlah faktanya.

Karena itu, marilah kita memohon pertolongan kepada Allah (agar diberikan petunjuk dalam mengerjakan kebaikan serta dihindarkan dari keburukan seperti itu), karena pertolongan hanyalah bersala dari –Nya.

 

Filed Under: Artikel Tagged With: Fikih Seputar Masjid

Adab Pergi ke Masjid – Sunnah Rasul Yang Mulai Ditinggalkan

February 5, 2020 by Jam Digital Masjid 2 Comments

Adab Pergi ke Masjid
Sumber Gambar: byislam.com

Masjid adalah suatu tempat yang paling dicintai Allah. Tempat ini secara khusus dibangun untuk shalat dan beribadah kepada Allah.
Tentunya ketika mendatanginya, harusnya setiap muslim perlu memperhatikan adab dan sunnah pergi ke masjid. Setidaknya ada beberapa ada yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim:

1. Pergi ke Masjid dengan Penampilan terbaik

Shalat itu adalah hubungan antara seorang hamba dan Rabbnya. Seorang mushalli (orang shalat) beriri di hadapan Allah untuk bermunajat kepada Nya. Sebab itulah, pada situasi yang mulia ini, hendaknya dia berada pada penampilan terbaik, kondisi yang paling sempurna.

Karenanya, sebelum shalat diwajibkan menyucikan badan, pakaian dan tempat. Suci dari hadats dan najis juga merupakan syarat sah shalat, berdasarkan keterangan dalam kitab hadits dan fiqih.

Di antara kaitannya dengan penampilan terbaik, mencakup beberapa hal:

a. Perhiasan luar

Yakni, mencakup keindahan pakaian, menutup kedua paha, menutup pundak, menutup kepala dengan menggunakan qolansuwah (peci) ataupun menggunakan sorban.

b. Memperhatikan keharuman aroma

Dalam hal ini dengan cara memberikan keharuman aroma dan menghindari setiap bau tidak sedap. Baik hal itu berasal dari tubuhnya seperti keringat, atau yang disebabkan dari hal-hal di luar tubuh, seperti makan bawang putih, bawang merah, atau bawang bakung sebelum berangkat ke masjid.

Syara’ melarang muslim yang menyantap jenis makan nseperti itu untuk hadir ke masjid. Sebab, dapat mengganggu Malaikat dan Kaum Muslimin.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu dia berkata: “Nabi SAW bersabda:

من أكل من هذه الشجرة يريد الثوم فلا يغشانا في مساجدنا

‘Barangsiapa memakan (buah) dari pohon ini –maksud beliau yaitu bawang putih- maka janganlah dia bergaul dengan kami di masjid-masjid kami.

Dalam hadits lain Jabir radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya nabi SAW pernah bersabda:

من أكل البصل والثوم والكراث، فلا تقربن مسجدنا، فإن الملائكة تتأذى مما يتأذى منه بنو آدم

‘Barangsiapa memakan bawang merah, bawang putih, dan baawng bakung, maka janganlah sekali-kali dia mendekat masjid kami, karena para Malaikat pun terganggu oleh sesuatu yang mengganggu manusia.”

Sebenarnya, penghisap roko termasuk dalam keumuman larangan hadir di masjid yang ditujukan kepada orang-orang yang memakan bawang putih. Bahkan lebih utama lagi, karena adanya kesamaan ‘illat (alasan hukum), yaitu mengganggu kaum muslimin dengan gangguan yang lebih besar daripada gangguan yang diakibatkan memakan bawang putih.

c. Siwak

Siwak termasuk penyempurna kesucian, karena dapat membersihkan mulut dari sesuatu yang melekat padanya berupa kotoran-kotoran yang dapat menyebabkan munculnya bau tidak sedap.\

2. Bersegera Menghadiri Masjid

Banyak nash-nash yang menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bagi yang bersegera mendatangi masjid dan menantikan shalat.
Sesungguhnya, bersegera menuju ke masjid merupakan tanda memuliakan shalat dan tanda terkaitnya hati dengan masjid.

Banyak kisah salaf sudah hadir di masjid sebelum adzan. Salah satunya adalah Sa’id bin Al Musayyib. Beliau selalu hadir di masjid sebelum adzan dan itu berlangsung tidak kurang dari 30 tahun.

Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dari Sa’id bin Al Musayyib, bahwa dia menyatakan: “Tidaklah seorang pun muadzin mengumandangkan adzan sejak 30 tahun silam, melainkan aku telah berada di dalam masjid.”

3. Berjalan menuju Masjid dengan Tenang

Agar dapat berjalan dengan tenang, tentunya bersegera bersiap ketika sudah memasuki waktu shalat. Seingga bisa berjalan dengan tenang dan santai karena waktunya masih lapang.

Adapun orang yang datang terlambat, dia akan tergesa-gesa dan sampai ke masjid dengan napas yang terengah-engah.

4. Berangkat ke Masjid Sambil Berdoa

اللَّهُمَّ اجْعَلْ في قَلْبِي نُورًا وفي لِسانِي نُورًا وَاجْعَلْ فِيْ سَمْعِي نُورًا وَاجْعَلْ في بَصَرِيْ نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِيْ نُورًا وَمِنْ أَمَامِيْ نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِيْ نُورًا وَمِنْ تَحْتِيْ نُورًا اللَّهُمَّ أَعْطِني نُورًا

Allahummaj’al fii qalbii nuuran, wa fii lisaanii nuuran, waj’al fii sam’ii nuuran, waj’al fii basharii nuuran, waj’al min khalfii nuuran, wa min amaamii nuuran, waj’al min fauqii nuuran, wa min tahtii nuuran, allahumma a’thinii nuuran

“Ya Allah, jadikanlah di hatiku cahaya, di lisanku cahaya, di pendengaranku cahaya, di pandanganku cahaya, di belakangku cahaya, di depanku cahaya, di atasku cahaya, dan di bawahku cahaya. Ya Allah, berilah aku cahaya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim)

Doa ini termasuk sunnah yang telah ditinggalkan pada masa sekarang. Oleh karena itu, sebaiknya doa ini dihafalkan dan dijadikan sebagai amalan prioritas.

Sunnah ke Masjid
Sumber Gambar: treehugger.com

5. Sunnah Pergi ke Masjid dengan Berjalan Kaki

Pergi ke masjid dengan berjalan kaki mengandung pahal yang besar. Semakin jauh rumah ke masjid, semakin beasr pahala nya.
Para ahli fiqih -rahimahullah- menyatakan disunnahkannya memperpendek langkah kaki dan tidak tergesa-gesa ke masjid, agar kebaikan didapatkan semakin banyak.

حديث أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي ﷺ قال: ألا أدلكم على ما يمحو الله به الخطايا ويرفع به الدرجات؟، قالوا بلى يا رسول الله، قال إسباغ الوضوء على المكاره، وكثرة الخطى إلى المساجد، وانتظار الصلاة بعد الصلاة، فذلكم الرباط، فذلكم الرباط. رواه البخاري

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang karenanya Allah akan menghapus berbagai kesalahan dan meninggikan derajat?” Para Sahabat menjawab: “Yaitu menyempurnakan wudhu dalam situasi yang tidak disukai, memperbanyak langkah menuju masjid, dan menantikan shalat setelah shalat (sebelumnya). Yang demikian itu lah ribath. Yang demikian itulah ribath. (Diriwayatkan Al Bukhari no. 623 dan Muslim no. 662

6. Segera Mengambil Shaf Pertama

Pada shaf pertama terdapat keutamaan besar sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits-hadits shahih. Shaf pertama merupakan gambaran shaf para Malaikat.

Allah SWT dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang berada di shaf pertama, sedangkan Nabi yang muliat SWT bershalawat kepada orang-orang yang berada di shaf pertama dan kedua.

Keutamaan ini tidak akan diperoleh kecuali oleh orang yang bersegera menghadiri shalat jama’ah dan maju ke shaf pertama.

7. Mengambil Bagian Kanan Shaf

Bagian kanan shaf terdepan, yang dekat dengan imam, tidak akan didapatkan oleh orang yang terlambat. Oleh sebab itu, jika Anda ingin mendapatkan kanan shaf, maka Anda harus bergera mendatangi shalat berjama’ah.

Karena bagian sebelah kanan imam itu lebih mulia dan lebih utama daripada bagian sebelah kirinya. Karena itu pulalah, ketika Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berdiri di sebelah kiri Rasulullah SAW beliau pun menarik tangannya hingga ia didirikan di sebelah kanan beliau.

7. Berdoa antara Adzan dan Iqomah

Doa di waktu ini merupakan salah satu doa mustajab. Hal tersebut -wallahu a’lam-, terjadi karena mulianya waktu tersebut. Maka dari itu, hendaknya seorang muslim bersegera hadir di masjid dan berdoa di antara adzan dan iqomah, karena boleh jadi Allah Ta’ala akan mengabulkan permohonannya.

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لا يرد الدعاء بين الأذان والإقامة

“Tidaklah ditolak doa di antara adzan dan iqamat.”

Setelah Sampai ke Masjid, segera melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid

 

Filed Under: Artikel Tagged With: Fikih Seputar Masjid

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 12
  • 13
  • 14
Konsultasi