Hadits Hubbud Dunya Wa Karahiyatul Maut Arab, Arti, & Syarah

Hadits Hubbud Dunya Wa Karahiyatul Maut Arab, Arti, & Syarah

Pidato Bahasa Arab

Hadits Hubbud Dunya Wa Karohiyatul Maut dikenal juga sebagai hadits wahn. Hadits ini membahas tentang penyakit wahn serta cirinya.

Tulisan berikut ini membahas tentang hadits hubbud dunya wa karahiyatul maut dengan menuliskan lafazhnya dalam Bahasa Arab, terjemahannya baik perkata atau pun secara lengkap, dan kandungan maknanya.

Lafadz Hadits Hubbud Dunya Wa Karahiyatul Maut Arab

Lafazh hadits hubbud dunya wa karohiyatul maut adalah sebagai berikut:

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Arti Hadits Hubbud Dunya Wa Karahiyatul Maut

Dari Tsauban ia berkata, ”Rasulullah ﷺ bersabda, ”Hampir dekat masanya berbagai bangsa kafir saling mengajak satu sama lain untuk memerangi kalian (umat Islam), sebagaimana sekelompok orang yang hendak makan saling mengajak menuju ke tempat hidangan makanan.”

Seorang laki-laki berkata, ”Apakah kita waktu itu berjumlah sedikit?” Rasulullah ﷺ menjawab, ”Bahkan jumlah kalian pada waktu itu banyak, namun kalian menjadi buih sebagaimana buih di atas arus air yang deras.

Allah benar-benar akan mencabut dari dada musuh-musuh kalian rasa takut kepada kalian, dan akan melontarkan ke dalam hati kalian kelemahan (wahn).” Seseorang lalu berkata, ”Wahai Rasulullah, apa itu Al-Wahn?” Rasulullah ﷺ menjawab, ”Cinta dunia dan benci (takut) kematian.”

[Hadits riwayat Abu Dawud no. 4297 dan Ahmad 5/278 no. 22450. Al-Albani menyatakan hadits ini shahih di dalam shahih Sunan Abi Dawud no. 4297][i]

Arti Hadits Wahn Per Kata:

Penjelasan hadits berdasarkan kelompok kata atau kata adalah seagai berikut:

LafadzArti
يُوشِكُ الْأُمَمُ  berbagai golongan orang kafir dan bangsa-bangsa yang sesat akan mendekat.
أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْتتداعى tatadaa’a – mereka saling mengajak satu sama lain untuk memerangi kalian, menghancurkan pengaruh kalian dan merampas negeri dan harta yang kalian miliki.
 كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُsebagaimana sekelompok orang yang akan makan saling mengajak satu sama lain
إِلَى قَصْعَتِهَاmenuju ke tempat hidangan
 فَقَالَ قَائِلٌmaka seseorang bertanya
وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍapakah hal itu karena sedikitnya kita pada saat itu ?
قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ(Rasulullah ﷺ ) berkata, ”Bahkan kalian pada saat itu banyak jumlahnya.
وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌakan tetapi saat itu kalian menjadi buih
كَغُثَاءِ السَّيْلِsebagaimana buih yang dibawa arus air yang deras.
وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُdan Allah akan benar-benar mengeluarkan
مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْdari dada-dada musuh kalian
الْمَهَابَةَ مِنْكُمْrasa takut dan gentar kepada kalian
وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُdan Allah benar-benar akan melontarkan
فِي قُلُوبِكُمْdi dalam hati kalian
الْوَهْنَWahn / الضَّعْفُ kelemahan
فَقَالَ قَائِلٌlalu seseorang bertanya
 يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُwahai Rasulullah apakah al-wahn itu
قَالَRasulullah ﷺ menjawab
حُبُّ الدُّنْيَاcinta dunia
وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِdan benci/takut kematian[ii]

Penjelasan Makna Hadits Wahn:

Arti Al Wahn, Apa Maksud Hubbud Dunya, Maksud Karahiyatul Maut

Berikut penjelasan lafadz penting dalam hadits wahn:

Arti Al Wahn adalah

Secara bahasa al wahn adalah الضَّعْفُ kelemahan. Sedangkan wahn dalam hadits tersebut yang dimaksudkan adalah sebab-sebab dari wahn/kelemahan. Oleh karena itu Rasulullah ﷺ menjelaskannya dengan mengatakan wahn adalah cinta dunia dan benci kematian.

Imam Ath-Thayyibi rahimahullah menjelaskan, ”Itu adalah pertanyaan tentang jenis kelemahan atau seolah dia bertanya bagaimana kelemahan itu bisa terjadi. Maka Rasulullah ﷺ menjawab, ”Cinta dunia dan benci kematian.” [Lihat ‘Aunul Ma’bud 11/273][iii]

Apa Maksud Hubbud Dunya

Hubbud dunya adalah cinta dunia. Maksudnya adalah sangat berambisi untuk mendapatkan berbagai kesenangan dunia dengan segala sarana dan lebih mendahulukan cinta dunia daripada akhirat.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat An-Nahl: 107,

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا عَلَى الْاٰخِرَةِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ ١٠٧

Yang demikian itu disebabkan mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat dan sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.

[lihat : Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab hal 299 dan Ighotsatul Lahfan, Ibnul qayyim, 1/37][iv]

Apa Maksud Karahiyatul Maut

Karohiyatul maut secara bahasa berarti benci kematian. Syaikh Dr. Hisyam bin Abdul Qadir Alu ‘Uqdah menerangkan, ”Setiap orang tidak menyukai kematian. Ini merupakan naluri dasar. Hal ini bukan sesuatu yang tercela bila dalam kadar normal.

Bahkan mungkin bermanfaat karena akan menjadikan seseorang senantiasa menyiapkan diri untuk bekal setelah kematian dan menjaga diri dari hal-hal yang membahayakan dan menjadikannya waspada.

Namun bila benci kematian kadarnya sudah berlebihan atau ekstrim, maka akan membahayakan dan membinasakan. Hal itu membuat seseorang melupakan segala sesuatu, rela mengorbankan apa pun meskipun hal itu berupa agamanya dan kehormatannya, agar bisa melarikan diri dari kematian dan lebih menyukai kehidupan dunia daripada akhirat.

Dia menyangka bahwa kebencian terhadap kematian itu membolehkan segala sesuatu bagi seseorang. Ini merupakan kerugian dalam agama dan pengabaian dalam menegakkan kalimat Allah.

Kebencian akan kematian yang mengakibatkan manusia mengabaikan agamanya dan meninggalkan kewajiban dakwah kepada Allah, amar nahi mungkar dan jihad di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah bukanlah kebencian terhadap kematian yang bersifat fithriyah (normal) dan bermanfaat.

Ini merupakan kebencian terhadap kematian yang menyebabkan kaum Muslimin tidak bernilai dan tidak memiliki kemuliaan.”[v]

Baca juga: Hadits Tentang Bohong Yang Diperbolehkan

Syarah Hadits Tentang Wahn

Makna hadits di atas secara garis besar dijelaskan di dalam al-Mausu’ah Al-Haditsiyyah sebagai berikut: Apabila kaum Muslimin meninggalkan jihad, tamak terhadap dunia dan mencintainya serta membenci kematian, maka musuh-musuh Allah dari kalangan orang kafir menjadi berambisi kepada mereka.

Dalam hadits ini Nabi ﷺ menerangkan bahwa bangsa-bangsa kafir hampir datang masanya mereka bersatu dan bergabung untuk menyerang kaum Muslimin sebagaimana berkumpulnya sekelompok orang pada suatu hidangan.

Ini mengisyaratkan betapa mudahnya orang-orang kafir dalam menghadapi kaum Muslimin. Hal itu menimbulkan pertanyaan yaitu apakah ambisi mereka dan bersatunya mereka untuk menyerang kaum Muslimin itu karena jumlah kaum Muslimin sedikit kala itu?

Maka Nabi ﷺ menegaskan, ambisi orang kafir untuk menyerang kaum Muslimin bukan karena sedikitnya jumlah mereka. Sesungguhnya jumlah mereka banyak banyak namun tidak ada manfaatnya besarnya jumlah tersebut.

Orang -orang kafir berambisi menyerang kaum Muslimin karena kecilnya keberanian mereka dan dahsyatnya perpecahan mereka.

Mereka seperti “ghutsaa as sail” – buih arus yang deras, maksudnya adalah busa, kotoran dan gelembung di atas air yang deras.

Rasulullah ﷺ mengatakan bahwa Allah Ta’ala akan mencabut rasa takut musuh kepada kaum Muslimin dan kemudian memasukkan ke dalam hati kaum Muslimin al-wahn yaitu cinta dunia dan benci kematian.

Artinya, berambisi terhadap dunia dan mengharapkannya serta meninggalkan amal untuk akhirat. Ini yang menjadikan mereka takut terhadap kematian dan mencintai kesenangan dunia serta meninggalkan jihad di jalan Allah.[vi]

Ciri Penyakit Wahn

Ciri Penyakit Wahn Cinta Dunia Takut Mati

Penyakit wahn dalam hati yang disebutkan oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu di atas memiliki dua ciri utama, yaitu:

1. Cinta dunia.

Kecintaan terhadap dunia yang sampai pada taraf membuatnya lebih mengutamakannya daripada akhirat. Kecintaan kepada dunia yang membuatnya bakhil dengan dunia dan menyimpannya.

Inilah cinta dunia yang tercela. Adapun mencintai dunia agar bisa berinfaq dengannya dan berbuat baik kepada sesama hamba Allah serta menjadi sarana yang membantunya untuk taat kepada Allah maka ini semua merupakan tuntutan.[vii]

2. Benci terhadap kematian

Kebencian terhadap kematian yang menyebabkan seseorang menerima kehinaan dalam agama Islam dan kehormatannya, meninggalkan kewajiban dakwah, amar makruf dan jihad di jalan Allah. Kebencian terhadap kematianyang semacam inilah yang tercela.[viii]

Kebencian terhadap kematian bila sudah sampai taraf semacam itu kemudian menjadi fenomena umum dari kaum Muslimin, maka akan menyebabkan tumbuhnya keberanian dalam hati orang-orang kafir untuk memerangi kaum Muslimin dan merampas negara dan harta kekayaan mereka. Wal ‘iyadzu billah.

Demikianlah pembahasan singkat tentang hadits hubud dunya wa karohiyatul maut secara lafazh, arti dan kandungan maknanya secara garis besar.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Apa saja yang sesuai dengan kebenaran dalam tulisan ini maka dari rahmat Allah Ta’ala semata.

Dan bila ada kesalahan di dalamnya maka dari kami dan setan. Semoga Allah Ta’ala memaafkan semua kesalahan kami dan kaum Muslimin.


[i] https://www.dorar.net/akhlaq/2861/%D8%AB%D8%A7%D9%86%D9%8A%D8%A7:-%D8%B0%D9%85-%D8%A7%D9%84%D9%88%D9%87%D9%86-%D9%88%D8%A7%D9%84%D9%86%D9%87%D9%8A-%D8%B9%D9%86%D9%87-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%86%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%86%D8%A8%D9%88%D9%8A%D8%A9

[ii] https://www.dorar.net/akhlaq/2861/%D8%AB%D8%A7%D9%86%D9%8A%D8%A7:-%D8%B0%D9%85-%D8%A7%D9%84%D9%88%D9%87%D9%86-%D9%88%D8%A7%D9%84%D9%86%D9%87%D9%8A-%D8%B9%D9%86%D9%87-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%86%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%86%D8%A8%D9%88%D9%8A%D8%A9

[iii] https://www.dorar.net/akhlaq/2861/%D8%AB%D8%A7%D9%86%D9%8A%D8%A7:-%D8%B0%D9%85-%D8%A7%D9%84%D9%88%D9%87%D9%86-%D9%88%D8%A7%D9%84%D9%86%D9%87%D9%8A-%D8%B9%D9%86%D9%87-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%86%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%86%D8%A8%D9%88%D9%8A%D8%A9

[iv] https://islamic-content.com/dictionary/word/4033

[v] https://khutabaa.com/ar/article/%D9%83%D8%B1%D8%A7%D9%87%D9%8A%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%88%D8%AA-%D8%A7%D9%84%D9%81%D8%B7%D8%B1%D9%8A-%D9%85%D9%86%D9%87%D8%A7-%D9%88%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B0%D9%85%D9%88%D9%85

[vi] https://dorar.net/hadith/sharh/69992

[vii] https://binbaz.org.sa/fatwas/12846/%D9%85%D8%A7-%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%82%D8%B5%D9%88%D8%AF-%D8%A8%D8%AD%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%AF%D9%86%D9%8A%D8%A7

[viii] https://khutabaa.com/ar/article/%D9%83%D8%B1%D8%A7%D9%87%D9%8A%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%88%D8%AA-%D8%A7%D9%84%D9%81%D8%B7%D8%B1%D9%8A-%D9%85%D9%86%D9%87%D8%A7-%D9%88%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B0%D9%85%D9%88%D9%85

Tinggalkan komentar